Gaya Hidup

Laksmi Angkat Glamor Kerajaan Ottoman Lewat Gaun Pengantin Syar’i

Surabaya (beritajatim.com) – Terinspirasi kejayaan Islam Turki, Laksmi menghadirkan wedding syar’i History of Ottoman Empire. Kesan glamor kerajaan Turki yang pernah menaklukkan Eropa ini terlihat jelas dalam balutan gaun yang diluncurkan Laksmi.

Owner Laksmi, Nur Aini Madjid mengatakan, desain baju pengantin ala Turki ini terinspirasi dari sejarah masa keemasan Islam pada zaman Turki Utsmani yang kemudian surut ditelan zaman.

“Ternyata ada sejarah Islam yang tidak tersampaikan ke kita. Bahwa Islam tidak hanya soal agama tetapi Islam adalah peradaban. Dan itu mencakup banyak faktor, mulai dari budaya, hubungan sosial, science, agama, politik dan ekonomi,” ujar Nungky, panggilan akrab Nur Aini Madjid kepada wartawan di Surabaya, Kamis (30/1/2020) petang.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa Islam pernah meraih masa keemasan sepanjang 13 abad, kemudian surut dan lenyap selama 96 tahun pasca perang dunia pertama. Hal ini ditandai dengan gaya busana perempuan pada waktu itu mengikuti gaya busana perempuan muslim yang menutup aurat. Gaya busana seperti ini juga dilakukan oleh perempuan-perempuan Eropa pada zaman itu.

“Kapan konsep syari atau pakaian panjang ini berhenti? Ternyata mulai 1924, peradaban Islam mulai runtuh dan budaya pun mulai berubah. Di luar sana, budaya sudah tidak lagi mengikuti peradaban Islam,” ungkapnya.

Untuk itu, dalam konsep busana pengantin ala Turki Utsmani ini warna yang digunakan adalah gradasi dari warna terang di bagian atas menuju warna gelap di bagian bawah. Bordir yang berbentuk akar, merambat dari atas ke bawah melengkapi warna terang menuju kegelapan. Beberapa warna yang digunakan di antaranya navy, silver, blush, rose gold, marun dan green sage atau hijau keabu-abuan. Kesan sendu hadir dalam warna keabu-abuan.

Agar menambah sentuhan sejarah kejayaan Islam, koleksi baju pengantin perempuan yang menjadi masterpices dilengkapi degan mahkota bertabur batu kristal swarovski. Sementara penutup kepala pengantin pria mengenakan “Imamah” atau sorban dengan panjang 5 meter yang terinspirasi dari busana ala Muhammad Al Fatih, Raja muda kerajaan Islam Utsmani yang berhasil menaklukkan Konstantinopel.

“Sorban atau imamah ini memiliki banyak fungsi. Kalau akan melaksanakan salat, imamah bisa digunakan untuk sajadah. Dalam kesempatan yang berbeda, imamah bisa digunakan untuk fungsi yang lain,” katanya.

Ada 12 jenis baju pengantin Islam yang akan dilaunching pada 1 Februari 2020 besok, yang terdiri dari empat modell busana masterpiece, lima model busana turunannya dan tiga jenis busana akad nikah. [rea/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar