Gaya Hidup

Labu Kuning, dari Hanya Kolak ke Makaroni

Jember (beritajatim.com) – Labu kuning bukan hanya urusan kolak. Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berinovasi membuat makaroni dari bahan dasar labu kuning.

“Agar terkesan kekinian, produknya kami namai Pumpkin Macaroni,” kata Lalilatul Rahma, sebagaimana dilansir Humas dan Protokoler Universitas Jember, Selasa (25/6/2019).

Menurut Lailatul, labu kuning mudah didapat dan mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Namun pemanfaatan waluh masih terbatas pada makanan tradisional. “Di desa misalnya, waluh biasanya dijadikan sebagai sayur atau kolak saja. Padahal waluh juga banyak mengandung serat. Mengkonsumsi waluh ini dapat mememuhi kebutuhan vitamin A lebih dari 100 persen dan vitamin C 20 persen,” katanya.

Namun mengolah labu kuning menjadi makaroni tak mudah juga. “Kesulitan ada pada perlakuan bahan dan proses pengovenan, terutama dalam penentuan suhu yang sesuai,” kata Lailatul.

Namun hasilnya tak mengecewakan. “Rasanya lumayan mirip dengan makaroni pada umumnya. Namun, lebih terasa rasa kacangnya. Kami menggunakan tambahan bahan lokal menggunakan tepung kacang tanah dan tepung kedelai,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar