Gaya Hidup

Kuburan di Mojokerto Dicat Warna-warni, Kini Tak Angker dan Seram

Juru kunci Pemakaman Umum Desa Kedungmaling, Saiful Affandi (39) mengecat pohon Kamboja.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Puluhan pohon Kamboja di Pemakaman Umum Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dicat warna-warni oleh warga setempat. Ini dilakukan dengan tujuan menghilangkan kesan anger, seram dan memberi kenyamanan warga yang berziarah.

Selain mengecat pohon Kamboja, warga juga menggambar pagar makam dengan beraneka ragam gambar dan tulisan. Gambar dan tulisan tersebut memiliki pesan tertentu. Seperti pagar yang ada di sisi utara bertuliskan ‘Saat usia menjelang senja, persiapkan diri kita untuk berada di sini (makam)’.

Juru kunci Pemakaman Umum Desa Kedungmaling, Saiful Affandi (39) mengatakan, pengecatan diinisiasi warga dan relawan desa yakni Relawan Garuda sejak sebelum bulan Ramadan lalu. Awalnya warga hanya ingin memasang lampu agar makam saat malam terang karena di sebelah selatan terdapat jalan tembusan antar dusun.

“Tujuan agar warga kalau lewat saat malam hari tidak takut, karena di sebelah selatan makam adalah jalan tembusan. Awalnya pingin kelihatan terang, pasang lampu dan pohon yang tinggi dipangkas disamakan tingginya. Warga kemudian inisiatif mewarnai pohon,” ungkapnya, Selasa (15/6/2021).

Pengecatan pohon Kamboja di Pemakaman Umum Desa Kedungmaling dilakukan oleh warga Desa Kedungmaling dibantu relawan desa, yakni Relawan Garuda. Pengerjaannya, lanjut juru kunci sejak tahun 2019 lalu ini, dilakukan secara gotong royong. Setiap hari ada warga yang bekerja untuk mengecat pohon Kamboja.

 

“Selain itu, tujuannya agar peziarah nyaman dan tidak terkesan kotor. Karena banyak warga yang bekerja dari luar kota, datang malam dan ke makam langsung karena besok harus kembali bekerja. Untuk cat dari swadaya dari warga sendiri, kalau ada warga yang membantu dengan memberikan donasi dipersilahkan,” katanya.

Pengerjaannya dilakukan secara bertahap, tidak dalam waktu satu minggu selesai. Satu minggu sebelum puasa memotong pohon Kamboja dan menyamakan tinggi pohon agar terlihat lebih rapi. Bulan puasa mendirikan tiang listrik dan pengecatan pohon Kamboja dilakukan sejak dua minggu yang lalu.

“Rencananya semuanya tidak hanya pohon, tapi sekitar makam seperti bambu ini kan milik warga tapi sudah ada izin untuk memberikan kesan agar tidak anger. Sehingga terlihat lebih indah, rapi dan tidak kotor sehingga warga yang ziarah langsung bisa ziarah tanpa harus bawa alat,” jelasnya.

Affandi menjelaskan, untuk pengecatan batu nisan ia masih menunggu persetujuan ahli waris sehingga tidak bisa dilakukan langsung. Menurutnya, pengecatan tidak ada target tapi ia berharap sebelum Jumat Legi pengerjaannya sudah 80 persen.

“Semua demi kenyamanan warga, lingkungan terutama. Yang dimakamkan di sini merupakan warga yang ada di tiga dusun yakni di sisi selatan dan timur makam sehingga jalan tembusan antar dusun ini sering digunakan warga, kadang juga jalan kaki malam hari tapi sudah terang tidak terkesan angker. Namun rencana mau ditambah lagi lampunya,” pungkas. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar