Gaya Hidup

Kreatif, Komunitas GATRA Rancang Gamelan Minimalis

Malang (beritajatim.com) – Deretan gamelan tertata rapi di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Abdi Pratama, Pujon Malang. Alat musik tradisional itu hasil tangan mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam komunitas Seni Garap Tradisi (GATRA).

Selama pandemi, mau tidak mau latihan rutin yang biasa dilakukan tiap hari Rabu harus terhenti. Hal itu membuat tim kecil GATRA memilih mengisi waktu luang dengan merancang gamelan minimalis.

“Karena di rumah aja jadi bosan. Mau latihan juga tidak bisa. Akhirnya eksperimen bikin gamelan mini,” jelas Fandy Romadhoni, salah seorang anggota dari tim kecil GATRA saat dihubungi via Whatsapp, Kamis (13/8).

Fandy bersama Alvy, rekan anggota GATRA lainnya dan Teguh, dosen sekaligus pelatih GATRA mulai merancang gamelan mini dari pertengahan Juli dan selesai pada 6 Agustus lalu. Totalnya, ada satu set gamelan mini Jawa dan satu set gamelan Banyuwangi berukuran standar yang berhasil dibuat.

Dalam pembuatannya, Fandy mengaku tidak menemukan kendala yang berarti. Terlebih bahan-bahan yang digunakan banyak tersedia lantaran memanfaatkan bahan bekas di sekitar.

“Kendalanya cuma di menemukan ukuran dan laras yang ideal aja sih. Sama karena anggota masih pada pulang kampung jadi tidak bisa coba ditabuh bersama teman-teman lainnya,” ungkap mahasiswa Fakultas Sastra itu.

Meskipun begitu, ia merasa senang melihat anak-anak kampung tertarik memainkan alat musik daerah yang jarang digandrungi millenial itu. Setiap siang dan sore, PKMB Abdi Pratama akan ramai dengan anak-anak kecil yang antusias mencoba gamelan mini tersebut.

“Pertama ada anak yang lihat, terus ngajak teman-temanya, ramai deh. Jadinya diujicoba sama anak-anak kampung. Kasian mbak, bosan belajar terus di rumah, jadi daripada bermain HP mending diberi mainan gamelan,” tuturnya.

Ke depannya, ia berharap semakin banyak yang berminat mempelajari kesenian daerah. “Jika ada yang mau mempelajari kesenian tradisi, proses regenerasi pelestari kesenian tradisi akan tetap tersambung seiring jaman,” pungkasnya.

Komunitas GATRA sendiri sudah ada sejak tahun 2015. Fandy menuturkan awalnya seni garap tradisi ini merupakan mata kuliah peminatan minor Jawa Fakultas Sastra. Tak disangka, banyak mahasiswa yang tertarik belajar gamelan bahkan di luar Fakultas Sastra sendiri.

Hingga saat ini, anggota komunitas GATRA mencapai 70 orang dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang dan telah mengisi berbagai event baik dalam kampus maupun luar kampus. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar