Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Kota Pasuruan Gelar Pameran Seni Rupa Pertama Kalinya Semenjak Pandemi

Pasuruan (beritajatim.com) – Pameran seni rupa “Gandeng Renteng” ke-11 kembali digelar di Kota Santri. Pameran bertemakan “Pecut Diseblakno” ini diselenggarakan mulai Sabtu (13/11) sampai dengan Rabu mendatang.

Paneran seni rupa ini diselenggarakan oleh Komunitas Guru Seni dan Seniman Pasuruan (KGSP). Pembukaan pameran ini dihadiri oleh Asisten 1 Walikota Pasuruan Sahari Putro, Kadiknas Pasuruan Mualif Arief, dan puluhan anggota KGSP di aula kampus Uniwara, Kota Pasuruan.

Pembina KGSP, Wahyu Nugroho mengungkapkan, pameran “Gandeng Renteng” ke 11 ini awalnya akan digelar pada Maret 2021. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 yang masih menghantui warga Indonesia pameran ditunda sampai November.

“Awalnya pameran ini akan di selenggarakan pada bulan Maret, namun pandemi belum berlalu akhirnya kami selenggarakan pada bulan November. Tema yang kami angkat yakni “Pecut Diseblakno” yang artinya meskipun di tengah keterbatasan tetap berusaha keras menyelenggarakan pameran, ” ucap Wahyu.

Acara tersebut memamerkan 49 lukisan. Lukisan ini memiliki beberapa tema, yakni tema respon sosial, budaya, dan politik. Tak hanya itu Komunitas Guru Seni dan Seniman Pasuruan ini juga menggandeng Komunitas Forum Drawing Indonesia.

“Ada 49 lukisan yang di pamerkan pada gelaran kali ini. Pada setiap lukisan mempunyai tema yang berbeda-beda diantaranya sosial, budaya, dan politik yang berkembang di masyarakat Pasuruan. Tak hanya itu kami juga menggandeng Komunitas Forum Drawing Indonesia, ” ungkapnya.

Asisten 1 Walikota Pasuruan Sahari Putro memberikan apresiasi kepada para seniman Pasuruan yang tetap bisa menggelar pameran di tengah pandemi. Menurutnya pameran di Pasuruan bisa menjadi tolak ukur seniman kota lain di Jawa Timur.

“Gandeng Renteng ke 11 merupakan event luar biasa yang jadi tolak ukur perkembangan seni rupa di Pasuruan. Adanya pameran seni rupa ini nantinya akan berdampak ke seniman kota lain di Jawa Timur, ” ujar Sahari.

Sahari juga berharap para perupa Pasuruan agar terus melestarikan budaya seni rupa dengan merangkul para seniman muda. Tak hanya itu seniman Pasuruan juga harus menerapkan prinsip asah, asih, dan asuh.

“Pameran yang diselenggarakan kali ini bisa melestarikan budaya seni rupa yang ada di Kota Pasuruan. Harapannya seniman Pasuruan harus menerapkan prinsip asah asuh dan asih antara perupa senior dengan perupa yang masih muda, ” imbuhnya. [ada/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar