Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Kopi Degan Madu Lamongan, Minuman Energik dan Eksotik

Kopi Degan Madu racikan Wiwin di Kedai Njagong Sukorejo Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Kebanyakan orang tentu sangat familiar dengan minuman yang bernama kopi. Pencintanya tak pandang strata sosial dan latar belakang kehidupan, mulai dari kalangan atas sampai bawah banyak yang gemar minum kopi.

Setiap daerah, tentu minuman kopinya memiliki racikan yang beragam, bahkan setiap orang kerap memiliki takaran kopi sesuai seleranya masing-masing. Di Lamongan, ternyata kopi dipadukan dengan degan (air kelapa muda) dan madu, sehingga menjadi kombinasi yang dinilai memiliki khasiat dan citarasa yang luar biasa.

Diketahui, Kopi campuran degan dan madu tersebut diracik oleh Wiwin Andryana Widowati di Kedai Njagong miliknya yang berada di Jalan Paviliun Sukomulyo Kelurahan Sukorejo Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Mengenai bahan baku, kata Wiwin, kopi ini berbahan utama bubuk kopi, air degan dan madu.

“Kami menyebutnya kopi degan, racikan dari kopi, air degan dan madu yang kami ambil dari jenis madu kelengkeng,” kata Wiwin Andryana Widowati saat dikonfirmasi wartawan, pada Jumat (24/9/2021).

Lebih lanjut, Wiwin mengungkapkan, bahwa kopi degan ini mulai ia perkenalkan ke para pelanggannya pada sekitar bulan Maret 2021 lalu. Sebelum ia mantab memperkenalkannya, Wiwin juga mengaku, bahwa ia sudah mencoba meracik resep warisan dari sang kakak, setelah dinilai pas citarasanya, lalu ia mulai menawarkan ke pelanggannya.

“Racikan Kopi Degan ini sih sebenarnya sama halnya dengan kopi biasa yang dijual di warung atau kafe pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah air degan dan madu yang dipadukan saja,” ungkap Wiwin.

Terkait proses pembuatannya, Wiwin membeberkan, bahwa air degan tersebut diracik sebagai pengganti air untuk sajian kopi. Saat memasak air degan, lanjut Wiwin, ada perlakuan khusus yang dilakukan. Hal itu karena air degan, menurut Wiwin, mengandung gula (glukosa), sehingga untuk mendidihkan air degan perlu dilakukan menggunakan panci yang ada gagangnya.

“Lebih mudah menggunakan panci yang ada gagangnya agar bisa digoyang-goyangkan. Soalnya kalau tidak begitu, air degannya nanti bisa gosong atau rusak,” imbuh Wiwin.

Uniknya, Wiwin tidak menggunakan gelas atau cangkir kopi biasa saat kopi degan tersebut disuguhkan kepada pelanggan. Namun, kopi degannya itu disajikan dengan cangkir berbahan batok kelapa, sehingga hal itu menambah kesan klasik dan kenikmatan tersendiri.

Selain itu, lokasi Kedai Njagong yang jauh dari lalu lalang kendaraan dan kebisingan ini semakin menambah keteduhan saat nyeruput kopi degan ini. Untuk harga, Wiwin mengatakan, bahwa 1 porsi kopi degan ini ia patok dengan harga yang cukup ekonomis, yakni Rp 7 ribu saja. “Harganya ramah di kantong, murah,” sambungnya.

Kini, meski kopi degan ini terbilang menu baru di Kedai milik Wiwin, namun racikan kopi degan madu ini ternyata memiliki peminat yang cukup banyak, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga orang dewasa, tak terkecuali para politisi dan pejabat Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Salah seorang pelanggan kopi degan tersebut adalah Sarwoko, pria ini mengaku, bahwa ia kerap membeli kopi degan di Kedai Njagong. Menurutnya, kopi degan racikan Wiwin tersebut memiliki citarasa yang khas, lebih segar dan memiliki kesan yang eksotis.

Tak cukup itu, pria yang biasa disapa Koko ini juga mengatakan, bahwa kopi degan ini juga memiliki segudang manfaat. Selain bikin melek, minuman inovasi Wiwin ini juga meningkatkan energi, menguatkan kekebalan tubuh, melancarkan organ pencernaan, dan mencegah batu ginjal serta penyakit tertentu lainnya.

“Saat meminumnya terasa segar, rasa pahit bercampur dengan manisnya air degan ini bisa bikin melek, tambah imun, energik dan eksotik,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar