Gaya Hidup

Kontes Sapi Sonok Sumenep: Harga Seekor Sapi Capai Rp 100 Juta

Komtes sapi sonok di Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Kontes Sapi Sonok menyambut hari jadi ke-750 Kabupaten Sumenep.

“Kami dari pemerintah daerah selalu mensupport kegiatan yang bersifat pelestarian budaya masa lalu, seperti sapi sonok,” kata Wakil Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Sabtu (21/09/2019).

Menurutnya, sapi sonok merupakan salah satu kreatifitas seni yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Budaya asli Madura tersebut harus dijaga agar tidak pudar tergerus jaman.

“Generasi muda harusnya mulai diajak terlibat. Coba kalau kontes sapi sonok seperti ini, siswa SMA disuruh datang juga. Biar mereka tahu dan dekat dengan budaya asli Madura,” ujar Fauzi.

Ia mengatakan, salah satu perbedaan utama antara kerapan sapi dan sapi sonok adalah sentuhan seni. Kalau sapi sonok, sapi dihias dan diajari berjalan melenggang dengan cantik, diiringi musik saronen, musik tradisional khas Sumenep. Sedangkan pada kerapan sapi, lebih pada kecepatan dan kekuatan.

“Jadi itu bedanya. Kalau sapi sonok ini memang lekat dengan seni. Pemilik sapi dan sapinya harus satu jiwa. Sapinya dihias, didandani, berjalannya pakai musik saronen. Jadi benar-benar bernuansa seni,” tandasnya.

Apalagi menurut Fauzi, sapi sonok mampu meningkatkan nilai ekonomi sapi. Harga sapi terdongkrak naik. Terlebih untuk sapi yang pernah menjuarai kontes, harganya bisa di atas Rp 100 juta seekor.

“Dengan kontes sapi sonok ini harga sapi akan terjaga dengan baik. Jadi nilai ekonominya tinggi. Karena itulah, kontes sapi sonok harus tetap dilestarikan,” tegasnya. (tem/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar