Gaya Hidup

Kontes Ikan Cana Tingkat Nasional Digelar di Kota Blitar

Blitar (beritajatim.com) – Ratusan ikan cana dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kebolehan dalam kontes Pradah Snakeheat di Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Para peserta yang ikut dalam kontes ikan Cana ini pun datang dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya hingga Malang.

Dalam kontes Pradah Snakeheat ini ada 7 kelas yang dipertandingkan. Hadiah uang puluhan juta pun dapat dibawa pulang oleh para peserta kontes ikan Cana.

“Ini ada 7 kelas yang dipertandingkan dalam Pradah Snakeheat Contes ini, kalau peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Yojie, Senin (16/01/2023).

Kontes ini sengaja digelar sebagai wadah silaturahmi antar pecinta ikan Cana. Selain itu kegiatan ini sengaja diadakan untuk mengenalkan ikan predator tersebut ke masyarakat luas.

Sehingga dengan begitu masyarakat banyak tertarik untuk membudidayakan ikan Cana. Imbasnya perekonomian di bidang budidaya ikan Cana bisa kembali bergeliat seperti dulu kala.

Pecinta ikan Cana melihat kontes Pradah Snakeheat di Kota Blitar

Harga ikan Cana yang dikonteskan di Pradah Snakeheat ini pun terbilang cukup mahal. Bahkan salah satu ikan Cana yang dijual di kontes ini mencapai harga 8 juta rupiah.

“Ini sebagai wadah silaturahmi dan upaya promosi ikan Cana ke masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang tahu dan mau membudidayakannya,” imbuhnya.

Juri dalam kontes Pradah Snakeheat ini pun diambil dari berbagai daerah mulai dari Malang hingga Semarang Jawa Tengah. Hal itu dilakukan agar proses penjurian berjalan adil.

Adapun aspek penilaian dalam kontes ini ada berbagai macam, mulai dari segi keindahan warna ikan, mental serta agresivitas ikan Cana. Ikan yang keluar sebagai juara pun sudah pasti memiliki semua segi tersebut.

“Penilaiannya mulai dari segi warga, mental hingga agresivitas ikan Cana, yang juara satu harus memenuhi semua unsur tersebut,” pungkasnya.

Salah satu peserta yang memperoleh juara adalah Gilang, warga Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Gilang mendapatkan juara tiga di kelas Cana Maruliodes.

Pecinta ikan Cana melihat kontes Pradah Snakeheat di Kota Blitar

Gilang bersyukur karena dari ratusan peserta yang ikut ikan cananya keluar sebagai juara ketiga. Gilang sendiri baru mengenal ikan Cana pada tahun 2022 lalu.

Pria 25 tahun itu membudidayakan ikan Cana sebagai koleksi pribadi. Gilang mengaku sudah dua kali ini mengikuti kontes ikan Cana dan semuanya dapat juara 3 dan 2.

Gilang sengaja mengikuti kontes ini untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari ikan Cana milikinya. Menurutnya hal itu penting untuk memperbaiki mental maupun agresivitas ikan Cana yang dibudidayakannya.

“Ya karena saya ingin tahu kekurangan dari ikan Cana saya supaya terus bisa diasah dan diperbaiki lagi, sehingga bisa juara di beberapa kontes,” kata Gilang, pembudidaya ikan Cana.

Gilang pun membagikan tips agar ikan Cana bisa keluar sebagai juara di sebuah kontes. Menurut Gilang faktor utamanya adalah melatih mental ikan Cana.

Mental ikan Cana bisa dibentuk dengan cara sering berinteraksi. Selain itu faktor makanan juga menjadi salah satu penentu ikan Cana memiliki keindahan warna sehingga bisa keluar sebagai juara di sebuah kontes.

Menurut Gilang setidaknya ikan Cana diberikan pakan hidup seperti jangkrik, atau ulat setiap satu Minggu sekali. Hal itu agar warna ikan Cana indah dan jelas.

“Tipsnya ya cuma pakan, pakai pakan hidup setiap Minggu terus melatih mental ikan dengan sering berinteraksi aja sama ikan,” pungkasnya. [owi/but]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar