Gaya Hidup

Kondom Diminta Tak Dipajang Menyolok di Toko Modern

Disperindag dan Satpol PP Kota Mojokerto melakukan sidak sekaligus memberikan surat imbauan terkait pembatasan display penjualan alat kontrasepsi di toko modern di Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto mengevaluasi display (penataan) penjualan kondom dan alat kontrasepsi di toko modern, Rabu (12/2/2020). Selain itu, toko modern juga diberikan surat imbauan terkait pemajangan alat kontrasepsi.

Inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern tersebut dilakukan petugas bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB).

Kepala Disperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo mengatakan, sidak dilakukan sesuai atensi dari Wali Kota Mojokerto dalam rangka menindaklanjuti adanya keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu adanya penjualan alat kontrasepsi yang dipajang di toko modern. “Alat kontrasepsi dipajang dan terlihat anak-anak,” ungkapnya.

Masih kata Ruby, hasil sidak didapati beberapa toko modern di Kota Mojokerto kedapatan memajang produk kontrasepsi secara menonjol di depan kasir. Sesuai surat imbauan, lanjut Ruby, pengelola toko modern diminta agar menempatkan produk kontrasepsi di belakang kasir dan tidak mudah dijangkau anak-anak.

“Kami juga memberikan surat imbauan kepada pengelola toko modern terkait penempatan maupun tata letak display produk alat kontrasepsi agar ditempatkan jauh dari penglihatan dan jangkauan anak-anak. Ada 32 toko modern di Kota Mojokerto sudah kami berikan surat imbauan dan kami mengapresiasi pengelola toko modern yang kooperatif,” katanya.

Para pengelola toko modern di Kota Mojokerto bersedia menempatkan produk kontrasepsi jauh dari penglihatan dan jangkauan anak-anak. Dari pengakuan pengelola toko modern, lanjut Ruby, mereka beralasan memajang produk kontrasepsi ini karena sesuai kampanye sosialisasi Keluarga Berencana (KB) yang sudah berlangsung dalam kurun waktu 14 tahun tersebut.

“Tidak ada pesanan khusus dari pihak produsen untuk menempatkan produk kontrasepsi ini. Sidak dan surat himbauan ini menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penjualan obat di Kota Mojokerto dan dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan alat-alat kontrasepsi, mengurangi penyebaran penyakit terutama HIV serta penyalahartian makna perayaan valentine di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menambahkan, pihaknya sudah melayangkan surat imbauan display produk kontrasepsi ke sejumlah toko modern di Kota Mojokerto. “Inti dari kegiatan ini yakni membatasi display alat kontrasepsi dan alat bantu seks di toko modern,” tambahnya.

Pihaknya meminta pengelola toko modern di Kota Mojokerto, agar penjualan alat kontrasepsi benar-benar tidak disalahgunakan. Paling tidak, lanjut Dodik, pengguna atau pembeli bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang statusnya sudah menikah saat membeli alat kontrasepsi. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar