Gaya Hidup

Komunitas TuLangBojo: Dari Mobil Tua, Jadi Saudara

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rasa persaudaraan bisa muncul dari banyak hal. Salah satunya dari hobi yang sama. Seperti misalnya kekeluargaan yang terbangun dari komunitas otomotif mobil tua Daihatsu Charade, TuLangBojo.

Komunitas TuLangBojo atau kepanjangan dari Tuban, Lamongan dan Bojonegoro merupakan wadah bagi para pemilik mobil keluaran antara tahun 1977 hingga 2000an di tiga kabupaten yang ada di Jawa Timur. Sedikitnya sudah ada 48 anggota yang tergabung.

Komunitas TuLangBojo terbentuk pada 2018 lalu, dan dikoordinatori oleh Anam atau biasa disapa Om Tete. Menurutnya, banyak dari pemilik mobil yang memiliki tiga silinder itu mengaku, selain tangguh juga irit bahan bakar. “Sehingga cukup hemat dan merakyat,” ungkapnya, Selasa (28/7/2020).

Pemilik yang tergabung dalam komunitas, sebagian besar sudah menjadi seperti saudara. Kapan pun, jika terjadi masalah banyak dari pemilik lain yang langsung membantu. Juga, berbagi pengalaman dalam perawatan serta onderdil. Wajar saja karena mobil tua sehingga kadang ada kesulitan dalam mencari onderdil.

Anggota TuLangBojo saat melakukan touring dan kopdar bersama keluarga.

“Selain itu, kedekatan emosional dari para anggota ini juga terbentuk dari kopi darat (kopdar) yang sering dilakukan. Kopdar ini tidak ada kewajiban, karena masing-masing punya kesibukannya sendiri-sendiri,” terangnya.

Wawan, salah seorang anggota TuLangBojo asal Kabupaten Tuban mengaku sudah sejak 2016 memiliki mobil Charade. Sehingga, kenangan bersama mobil tuanya itu semakin menambah rasa memiliki untuk terus merawatnya. “Eman kenangannya kalau mau dijual,” ungkapnya.

Meski, kata dia, tidak dipungkiri selama merawat mobil tuanya itu sudah habis jutaan rupiah. Mobilnya sendiri masuk generasi pertama di Indonesia, yakni jenis G10. Beberapa onderdil sudah sulit didapat. Meski begitu, dia mengaku sebanding dengan persaudaraan yang dia dapatkan. “Selama merawat mobil tua ini sudah mendapat banyak saudara,” terangnya.

Tak jarang, saat kopdar mereka mengajak keluarga untuk turut berkumpul. Sehingga antarkeluarga satu dengan yang sudah saling kenal. Hal itu juga menjadi salah satu yang merekatkan rasa kekeluargaan mereka. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar