Gaya Hidup

Komunitas Kuwung Surabaya, Wadah untuk Lestarikan Budaya

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap daerah pasti mempunyai komunitas yang beragam, salah satunya adalah komunitas budaya. Kota Surabaya juga memiliki komunitas budaya yakni Komunitas Kuwung yang bergerak dalam bidang seni tari. Kata “kuwung” berasal dari bahasa Kawi yang artinya adalah pelangi.

Komunitas Kuwung berdiri pada tanggal 10 Maret 2018. “Awal mula komunitas ini berdiri ketika kami satu almamater di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya yang merencanakan untuk membuat komunitas seni. Visi misinya adalah mencetak generasi penerus seni tradisi. Anggota inti kami ada 3 orang, yaitu Alvin Rizfandy, S.Sn. selaku ketua komunitas, Yossinda Firdayati, S.Sn. selaku trainer, saya selaku trainer,” ucap Pitri Karlina, S.Sn., Senin (10/08/2020).

Program awal komunitas ini mendirikan sanggar seni tari yang berlokasi di kelurahan Klampis Ngasem, Surabaya. Semula sanggar ini dibuka hanya terdiri dari 2 anggota saja lalu semakin hari semakin bertambah menjadi 70 anggota mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Program kegiatannya tidak hanya melakukan latihan rutin yang dilaksanakan setiap hari Minggu, tetapi turut serta mengikuti berbagai macam perlombaan tari dan sebagai pengisi acara.

Prestasi yang telah diraih komunitas ini cukup banyak, yakni juara 1 lomba tari anak di Transmart Sidoarjo, juara 3 lomba tari remaja di Transmart Sidoarjo, juara 1 tunggal SD kelas 2 di BG junction, dan masih banyak lagi.

Ada berbagai macam cara untuk melestarikan budaya, salah satunya yaitu dengan adanya Komunitas Kuwung yang berperan penting untuk melestarikan seni tari tradisional. “Pesan saya untuk seluruh masyarakat, ayo kita lestarikan bersama seni tradisi kita agar tidak punah. Kalau bukan kita generasi muda yang melestarikannya lalu siapa lagi,” ucap Pitri Karlina. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar