Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Komunitas Kreatif di Bojonegoro Bangun Ruang Kolaborasi

Episode pertama sound of record

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasar industri kreatif di Bojonegoro, terutama bagi para pelaku industri musik, filmmaker dan lainnya, dirasakan oleh banyak pihak masih belum menemukan kondisi ideal.

Mereka pun terus memacu diri, bereksperimen, membuat terobosan-terobosan, hingga memperluas jaringan, agar industri kreatif di kabupaten yang terkenal dengan sebutan Kota Ledre ini makin terbentuk pangsa pasarnya.

Pimpinan Akart Creative, Halil Wibowo mengatakan, untuk membentuk iklim industri kreatif di kota Ledre ini masih diperlukan upaya-upaya serius, termasuk membangun sinergi dan kolaborasi para pelaku industri kreatif.

“Sebenarnya di Bojonegoro ini banyak anak-anak muda, pelaku industri kreatif yang punya talenta atau potensi besar di bidang musik, filmmaker, kreatif dekorasi maupun bidang kreatif lainnya, namun potensi tersebut belum tergarap dengan serius,” kata Halil, Selasa (22/3/2022).

Berangkat dari permasalahan dan tantangan di daerah ini, akhirnya melahirkan ide bersama dari para pelaku industri kreatif untuk membangun sinergi dan kolaborasi. Salah satu bentuknya dengan membuat kegiatan bersama dengan topik, “Sound of Record”. Yakni sebuah wahana kolaborasi para pelaku industri kreatif di Bojonegoro, yang disediakan untuk para pelaku musik dalam mengeksplorasi karya dalam bentuk acara “Live record”.

“Live Record di sini adalah para kelompok musik melakukan live perform, lalu direkam (record) untuk dipromosikan dan dipublikasikan melalui kanal YouTube dan platform digital lainnya,” ujar Halil salah satu inisiator yang berangkat dari komunitas industri kreatif yang bergerak di bidang jasa audio dan visual.

Salah seorang perwakilan dari media konten kreator, Radinal Ramadana menuturkan, jika kegiatan “Sound of Record” merupakan suatu bentuk kegiatan kolaborasi para pelaku industri keratif di Bojonegoro, diantaranya komunitas Akart Creative, Jurnaba, Sayap Jendela, Ndalem Lerem, Kopi Tani, FM (FrontMan) Organizer dan lainnya yang memberikan dukungan secara perorangan.

“Harapan dari kolaborasi ini, agar kita, para pelaku industri kreatif di Bojonegoro, dapat saling bekerjasama, membangun dan memajukan dunia industri kreatif, khususnya bidang audio dan visual, seperti musik, film, konten kreatif, artistik dekorasi dan lainnya,” tutur Radinal.

Sementara itu, Aji Adma Winarko, pemilik Ndalem Lerem – sebuah wadah yang menyediakan beberapa fasilitas, seperti tempat, ‘knowladge management’ dan lainnya untuk membantu dan memudahkan para pelaku industri kreatif mengeksplorasi karya atau kreativitas – yang memfasilitasi acara Live Record, sangat mengapresiasi atas terwujudnya kegiatan kolaborasi antar pelaku industri kreatif tersebut.

“Ndalem Lerem merupakan Artspace (tempat atau ruang kreasi) yang dibangun untuk memfasilitasi para pelaku seni dan industri kreatif, yang selama ini mungkin terkendala oleh, misalnya tempat, peralatan atau lainnya,” kata Aji, panggilannya.

Sebagai informasi, kegiatan Sound of Record sudah menelurkan dua episode pertunjukan musik secara virtual. Kali pertama dilaksanakan pada penghujung tahun 2021 yang, digelar untuk kelompok ‘musik folk’ di Bojonegoro. Kelompok musik yang berpartispasi dalam Sound of Record episode pertama ini, dari kelompok musik Thuthak Thuthuk Gathuk (TTG), Brian Armando dan kelompok musik Samasta. [lus/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar