Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Angkat Semangat Budaya Lokal

Komunitas Ginyo Lamongan Gelar Diklat Gabungan Teater Pelajar

Pementasan dalam diklat teater pelajar di Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Komunitas Teater Ginyo Lamongan menggelar Diklat (pendidikan dan latihan) gabungan teater pelajar se-Kabuoaten Lamongan. Acara yang bertempat di Padepokan Jatirogo Paciran ini mulai tanggal 1 sampai dengan 4 Juli 2022.

Ketua Ginyo Lamongan, Luqman Hakim mengatakan, Diklat yang mengusung tema “Aktualisasi Seni dan Kreasi Teater Pelajar Lamongan” ini digelar sebagai wujud kepedulian terhadap eksistensi dan kesinambungan seni pertunjukan (teater) di Lamongan.

“Kegiatan ini untuk memaksimalkan bakat dan kreatifitas yang dimiliki oleh para pelajar. Pembelajaran di diklat ini juga dapat memberikan dampak yang positif, karena para pelajar dapat menyalurkan ekspresinya secara maksimal,” ujar Luqman, Senin (4/7/2022).

Tak hanya itu, Luqman juga menjelaskan, melalui diklat ini para pelajar dapat mengetahui nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Sehingga nantinya akan terbentuk pribadi pelajar yang kreatif dan inovatif.

Luqman berpandangan, keberadaan seni pertunjukan di Lamongan ini akan turut meningkatkan mutu kreatifitas masyarakat, mengangkat semangat kebudayaan daerah (lokal), serta membangun ruang apresiasi dan rasa kekeluargaan antar komunitas.

Dengan begitu, ekspresi artistik pun akan bisa dikomunikasikan dengan optimal. “Seni pertunjukan, khususnya seni teater ini bukanlah suatu hal yang harus ditakuti, tetapi harus disyukuri sebagai proses dalam menyongsong terbinanya iklim budaya masyarakat yang lebih bermartabat,” terang alumni Pesantren Denanyar Jombang ini.

Sementara mengenai alasan dipilihnya Padepokan Jatirogo sebagai tempat diklat, menurut Luqman, hal itu karena pengembangan kreativitas pelajar perlu ditunjang dengan suasana yang kondusif, sehingga para peserta bisa menyerap materi diklat dengan baik dan nyaman.

“Kami harap, nantinya akan muncul bibit-bibit baru yang memiliki potensi yang lebih besar, khususnya di bidang teater. Pasalnya, mereka adalah embrio teater masa depan. Semoga komunitas teater sekolah di Lamongan tak hanya jadi suguhan yang memanjakan mata dan telinga saja, tapi juga sanggup memberi kontribusi yang positif bagi sekolah dan pelajar itu sendiri,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Saiful Bahri selaku Ketua Pelaksana menyampaikan, para peserta diklat diberikan materi lewat serangkaian workshop yang terdiri dari penyutradaraan, keaktoran dan penaskahan. Oleh karenanya, diklat ini juga menghadirkan narasumber yang sangat berpengalaman tingkat Jawa Timur.

Masing-masing adalah Dedy Moerdhaniell (Ketua Pelaku Teater Indonesia Jatim dari Situbondo) di bidang realis, lalu Alfan Tomim (Pemilik Rumah Merdeka dari Jombang) di bidang pantomim, dan Anwari (Direktur Kamateatra dari Malang) di bidang absurd.

“Untuk pesertanya adalah para pelajar SMA atau sederajat yang ada di Kabupaten Lamongan. Setelah diberikan materi, para peserta dikelompokkan dan kemudian mempratikkan dalam bentuk pementasan,” katanya.

Adapun pementasan itu di antaranya pementasan absurd dengan judul “Kepala Batu” yang disutradarai Anwari dari Malang, pementasan realis dengan judul “Perempuan Kota” yang disutradarai oleh Dedy dari Situbondo, dan pementasan pantomim dengan judul “Kebun” yang disutradarai Alfan Tomim dari Jombang.

Tak hanya penampilan dari peserta, para panitia pun juga ikut menampilkan pementasan, seperti musikalisasi puisi, drama, dan pembacaan puisi dari beberapa penyair Lamongan. “Semoga diklat mendatang akan lebih semarak. Para pesertanya pun akan lebih antusias dan banyak,” pungkasnya. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar