Gaya Hidup

Komunita Drone Kian Menjamur

Komunitas Drone Dikomersilkan, Pemerintah Harus Keluarkan Lisensi

Surabaya (beritajatim.com) – Drone kini menjadi sesuatu yang hits dikalangan para pecinta video atau fotografi, bahkan kini komunitas pecinta drone mulai menjamur di kota Surabaya. Semakin banyak orang yang menggunakan alat ini untuk kebutuhan hobby maupun untuk mencari uang.

Sayangnya, pemerintah kini mengeluarkan banyak aturan tentang penggunaan drone ini. Hal ini dikarenakan pengoprasian yang salah atau tidak pada tempatnya bisa merugikan dan membahayakan banyak pihak.

Aturan yang dikeluarkan pemerintah di antaranya tidak mengoperasional drone di lokasi obyek vital nasional misalnya bandara, tidak di properti milik pribadi serta maksimal ketinggian 150 meter.

Faizal Riza dari Air Nav Juanda mengatakan pengetahuan-pengetahuan dasar semacam itu perlu diketahui para pecinta drone sebelum memulai memainkan alat-alat itu.

”Komunitas-komunitas drone juga sudah mulai menyosialisasikan aturan dasar itu ke anggotanya. Agar mereka paham,” ujar Faizal di sela workshop Lensa Academy Surabaya, di Geldboom Jalan Ir Soekarno, Senin (15/7/2019).

Ganang Aditama, Pembina Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Surabaya mengungkapkan saat ini sebelum bergabung dengan komunitas, sosialisasi aturan dasar penggunaan drone itu sudah diberikan.

Karena, kata Ganang hal itu penting diketahui agar tidak terjadi masalah ke depannya. “Walau itu untuk mereka yang hobby atau yang dijadikan profesi. Karena aturan dasar itu harus tetap ditaati,” ungkapnya.

Karena pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang itu, maka Ganang berharap pemerintah juga bisa memberikan lisensi kepada drone pilot ini. Apalagi bagi mereka yang sudah profesional mengoperasionalkan, terutama yang berkaitan dengan profesi.

“Harus segera dikeluarkan lisensi bagi mereka yang sudah lulus tes misalnya. Sistemnya sama kayak membuat SIM A, B atau C. Ada teorinya dan ada juga praktiknya,” jelasnya.

Kini drone bukan hanya sekadar untuk merekam gambar dari ketinggian tapi sudah pada tahap balapan atau drone race.

Contohnya yang dilakukan Lensa Academy (LA) Surabaya. LA Surabaya mengajak para komunitas-komunitas drone di Kota Pahlawan ini untuk mengikuti workshop sehari bertema Beyond Fly & Shoot.

Tidak hanya mengikuti workshop, para pecinta drone ini juga diajak untuk melakukan aksi di Pagoda Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Para peserta bisa mengambil gambar dari udara selama 10 menit masing-masing tim.

Hasil gambar itu, bisa diedit untuk kemudian dikirimkan ke panitia untuk dilombakan. Mereka yang terpilih akan mengikuti kontes final di Jakarta. Untuk kemudian akan dilombakan dari finalis 10 kota lainnya di Indonesia. Mereka yang menang akan diajak untuk mengikuti Lensa Project Capture Vietnam akhir tahun ini. [way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar