Gaya Hidup

Komunitas Cangkir Kediri Gelar Aneka Lomba Permainan Tradisional

Kediri (beritajatim.com) –  Berbagai kegiatan Sosial dan Edukasi dilakukan oleh Komunitas Cangkir dari Kabupaten Kediri. Komunitas Cangkir terdiri dari lintas komunitas. Berdiri setahun lalu, komunitas ini rutin menyelenggarakan silaturahmi diskusi dengan tema sosial, kultural, kebangsaan dan politik yang mengasah nalar kritik para pemuda.

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun pertama Komunitas Cangkir, menggelar sejumlah lomba-lomba tradisional sebagai upaya mengingatkan anak akan kekayaan budayanya. Juga menjadi obat kejenuhan yang dialami anak-anak dengan berbagai pembatasan pada masa pandemi.

Raut wajah dan ekspresi ceria anak-anak tampak dominan dalam Harlah Komunitas Cangkir Kediri pertama. Penuh canda tawa mereka mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Cangkir bersama masyarakat dan pemuda di Desa Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Lomba-lomba yang diselenggarakan berkaitan dengan permainan tradisional digelar pada Sabtu (12/12/20) di Wisata Sungai Etan Kampung Madu. Yaitu lomba dakon nasional, lomba pukul bantal di atas sungai, lomba balap kelereng di dalam sungai, lomba mewarnai dan puisi dengan tema ‘Ibu’.

“Selain mengenalkan dengan permainan tradisional anak-anak juga dikenalkan dengan lingkungan setempat serta alam raya berupa sungai dan pepohonan,” kata Muhammad Isnan, ketua Panitia Harlah Cangkir pertama.

Kegiatan ini diapresiasi oleh warga. “Bagus untuk anak-anak. Kegiatan ini bisa membuat anak-anak senang bermain tradisional dan tidak lupa dengan budaya,” ujar Nita, salah seorang warga.

Kegiatan kemudian berlanjut hari Minggu, 13 Desember 2020. Mulai pagi, ada Kegiatan Bakti Sosial dan Bersih Desa. Dilanjutkan pukul 13.00 WIB, ada Art Perfom dan pameran madu. Lantas malam hari, mulai pukul 19.00, ada selayang pandang Cangkir dan Potong Tumpeng. Dilanjutkan dengan Teater MP, Kampung Madu, Patrol, Ontran Ontran dipungkasi penampilan Sang Saka.

Meski acara diguyur hujan deras, peserta dari berbagai komunitas terus berdatangan untuk menyaksikan acara puncak Gebyar Hari Ibu dan Harlah Komunitas Cangkir.

“Alhamdulillah meski hujan deras mengguyur, antusiasme masyarakat dan lintas komunitas sangat luar biasa. Sehingga acara tetap berjalan untuk mengapresiasi karya teman-teman,” pungkas Isnan.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Madu Zeni Irfan mengatakan acara ini sebagai ganti daripada Festival Kampung Madu yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Karena fenomena Covid-19, Festival Kampung Madu ditiadakan.

“Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Cangkir bersama Kampung Madu. Acaranya sangat meriah dari berbagai komunitas dan tentu saja mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Irfan. [nm/ted].



Apa Reaksi Anda?

Komentar