Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Koleksi Foto Jadul, Wawan Haryono Tak Ingin Jual Potret Lawas Telaga Sarangan

Wawan Haryono menunjukkan foto jadul koleksinya yang didapat dari salah satu rekan dari Kota Madiun (10/7/2021) (foto: Ade Mas Satrio)

Magetan (beritajatim.com) – Ingatan Wawan Haryono melayang saat masa kecil. Tak banyak yang dia ingat tentang Sarangan. Hanya bayangan dimana masih banyak pepohonan dan jalan makadam di sekeliling telaga. Pengunjung masih minim.

Namun, jelas diingatannya kalau Sarangan benar- benar damai kala itu. ‘’Saya mulai benar- benar tinggal di Magetan itu tahun 1991, dan tak banyak yang saya kenang dari Sarangan,’’ ungkap pria yang tinggal di Jalan Raung, Kelurahan Kauman, Magetan.

Namun, dia membenarkan kalau tak banyak hotel yang menjamur seperti sekarang. Tingkat kunjungan pun juga sudah berbeda. Yang masih sama adalah aktivitas pedagang dan penyedia jasa kuda yang sejak dulu sudah ada.
‘’Untuk kapal boat pun juga sudha menggunakan mesin seperti yang sekarang digunakan di Sarangan. Meski banyak perahu bebek yang dipedal juga. ‘’Kalau sekarang kan perahu bebek sudah menggunakan mesin juga, tapi belum banyak yang saya update,’’ katanya.

Meski begitu dia juga membangkitkan kenangan Sarangan di era 1950 an. Kebetulan dia memiliki kenalan di Madiun yang tergabung dalam komunitas barang antik. Ditemukanlah foto – foto jadul Sarangan milik salah seorang fotografer asal Madiun bernama Tio Thoan Kie. ‘’Kemungkinan foto ini masih disimpan oleh keturunannya, dan dibeli kawan saya, kemudian saya angkut ke Magetan,’’ katanya.

Total ada 49 foto yang dia kumpulkan. Baik Sarnagan, Jalan Tembus, hingga kawasan NGerong yang cukup legendaris di tahun tersebut. Untuk Sarangan bahkan ada beberapa foto yang memiliki angle benar – beanr beda dari foto jaman sekarang.

‘’Ada foto mirip foto drone, padahal tahun itu jelas tak ada drone. Saya mednuga foto itu diambil dari bukit oleh Pak Tio ini,’’ katanya menunjukkan foto yang bertuliskan Sarangan di Djaman Blanda Sebelonja perang Dunai Ke II.

Pria itu berencan auntuk mengumpulkan foto – foto itu. Kemudian mengumpulkan foto – foto riil di kondisi Sarangan seperti sekarang. Yang paling menonjol perbedaaannya adalah kondisi lingkungan di kawasan telaga, hingga penggunaan kapal dayung sebelum beralih ke kapal boat dengan mesin. ‘’Masih mau cari lagi, belum ketemu yang punya foto seperti ini, jadi saya belum mau jual, meski ditawar berapapun harganya,’’ katanya. (asg/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar