Gaya Hidup

Kirab Pusaka di Mojokerto Bukti Bhineka Tunggal Ika Lahir di Bumi Majapahit

Para peserta Kirab Pulau Jawa Ruwat Tundhung Kolo Mbasuh Sariro. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kirab Pulau Jawa Ruwat Tundhung Kolo Mbasuh Sariro digelar di Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ribuan peserta datang dari berbagai kota di Jawa Timur dan sekitarnya meramaikan acara tersebut.

Beberapa pusaka Kerajaan Majapahit beserta replikanya dikirab dari Pendopo Agung di Desa Trowulan menuju Candi Bajang Ratu di Desa Temon. Dengan mengenakan pakaian serba hitam, ribuan peserta berjalan sambil membawa puluhan pusaka yang berbentuk tombak dan keris.

Disusul kemudian, peserta lainnya yang menampilkan berbagai tarian. Seperti Tari Barong dan Tari Singo Ulung. Selain pusaka Kerajaan Majapahit, pusaka dari Kerajaan Singosari dan kerajaan di Pulau Jawa lainnya juga ikut dikirab tersebut.

Koordinator acara Kirab Pulau Jawa Ruwat Tundhung Kolo Mbasuh Sariro, Nanang Muni mengatakan, sebanyak 10 pusaka atau pataka utama yang dikirab oleh peserta merupakan pengampu lembaga pemerintahan Kerajaan Majapahit.

“Yang dikirab mulai dari Pataka dari penguasa maritim, Pataka Penguasa Nusantara, Pataka Lembaga Tertinggi Kerajaan Wilwatikta, Pataka Lembaga Hukum Tertinggi, Pataka Lembaga Agama Kepercayaan Leluhur serta Pataka Lembaga Bela Negara Keluarga Kerajaan,” ungkapnya, (20/10/2019).

Masih kata Nanang, melalui acara tersebut menjadi bukti bahwa Bhineka Tunggal Ika merupakan lambang negara yang lahir di Bumi Mojopahit. Dalam acara tersebut juga membuktikan tak hanya orang dewasa, namun generasi muda pun peduli akan budaya warisan leluhur.

“Generasi muda pada hari ini terlihat guyup rukun. Mereka yang berkumpul dari segala penjuru seperti Madura, Pasundan, Bali dan lain lainnya masih peduli dengan jati diri bangsa. Sehingga bangsa ini masih tetap solid,” katanya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar