Gaya Hidup

Ketan Punel Jalan Darmo Jualan di Rumah Via Daring

Surabaya (beritajatim.com) – Akibat sering dijadikan daerah psycal distancing dan selalu sepi pengunjung karena jalan ditutup membuat sejumlah pengusaha warung dan cafe memutar otak.

Salah satu yang terdampak adalah pelaku usaha kuliner yang berada di sekitar Raya Darmo, Ketan Punel. Kedai milik Wahyu Jempol ini terpaksa tutup total karena di kawasan ini diberlakukan sistem buka tutup jalan atau pysichal distancing hingga waktu yang belum ditentukan.

Akhirnya, untuk tetap bertahan ia kini menggunakan penjualan sistem work from home. Ditanya upaya apa yang dilakukan agar tetap bisa berpenghasilan, pria asal Kota Brem Madiun ini kemudian memilih untuk “memindahkan” tempat jualannya di rumah. Dengan melayani penjualan via online.

“Istilahnya ketan punel WFH…jualan dari rumah. Melayani pembelian dan order pembeli via online. Alhamdulillah respon dari pelanggan cukup baik,” terang mantan jurnalis sebuah media.cetak di Surabaya ini.

Upaya ini dilakukan oleh Wahyu yang sudah sekitar 6 tahun berjualan ketan punel ini semata-mata agar dapurnya tetap mengebul. Belum lagi tanggungjawabnya terhadap 9 pegawainya yang untuk sementara dirumahkan.

“Akhirnya saya dan istri sepakat untuk berjualan ketan dari rumah. Delivery order 24 jam nonstop. Ini terobosan yang kami lakukan, agar para pelanggan yang kangen ketan punel bisa beli kapanpun. Bisa pagi, siang bahkan malam sekalipun. Khan kalau di kedai kami baru buka sore hari.

“Sekarang kalau dari rumah, permintaan jam berapapun kami layani. Silakan anda di rumah, ketan punel yang akan mendatangi anda,” seloroh Wahyu sambil berpromosi.

Rata-rata toping yang dipesan oleh para pembeli adalah toping yang selama ini menjadi best seller di kedai ketan punel. Yakni ketan bubuk kedelai, ketan durian dan coklat keju. Namun.ada juga pembeli yang order ketan serundeng pedas, ketan rainbow, ketan  keju susu dan ketan alpokat.

“Sampai saat ini pembelian terbanyak.via online ada yang pesan hingga 125 bungkus untuk satu pembeli. Ada juga yang pesan 40 bungkus, 20 bungkus. Ada juga yang hanya beli 5 bungkus. Bahkan ada pembeli yang ongkir driver online nya lebih mahal dari harga ketannya. Biasanya yang seperti itu adalah pelanggan setia kami,” papar pria 46 tahun ini.

Siapakah yang sampai memesan ketan punel 125 bungkus? “Yang memesan adalah salah satu pejabat tinggi Polri. Jenderal bintang dua yang saat ini dinas di Mabes Polri. Dulu pernah berdinas di Polda Jatim,” imbuh Wahyu.

Ditambahkan suami dari Rini Kusuma ini, selain menyedian ketan, dirinya juga menjual wedang uwuh atau yang biasa dikenal dengan istilah wedang rempah rempah. Yang belakangan ini tengah viral karena berkhasiat mampu menjaga imun tubuh.

“Wedang uwuh kami juga sedia. Minuman ini banyak juga yang order. Sempat juga viral karena disebut sebut bisa “melawan” corona,” pungkas Wahyu. [way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar