Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Ketahui! Ini Perbedaan Kepercayaan Diri dan Keangkuhan

Clay Banks, unsplash

Surabaya (beritajatim.com) – Siapapun menginginkan karakter atau kualitas percaya diri. Kepercayaan diri membuat orang seolah punya daya pikat yang membuatnya menarik bagi orang lain. Namun, jangan sampai terpeleset. Alih-alih percaya diri, orang bisa jadi berada di kutub yang berseberangan, angkuh alias sombong.

Perlu ditekankan bahwa keangkuhan yang dimaksud di sini adalah sebagai gaya komunikasi, bukan bagian dari gangguan kepribadian Narsisistik yang terlampau mengagumi diri sendiri. Hal ini bisa terjadi dalam interaksi dengan siapapun, antar-rekan, dengan pasangan, maupun atasan-bawahan.

Berikut ini yang membedakan angkuh dan percaya diri. Keduanya sering terlihat hampir mirip, namun sebenarnya sangat berbeda. Orang yang sombong bisa jadi hanya pamer tanpa adanya kepercayaan diri.

Percaya diri merupakan ciri yang melibatkan ekspresi positif dari kemampuan seseorang dan menggunakannya untuk membantu orang lain. Sementara itu, kesombongan lebih mengarah pada membual tentang keterampilannya dan menyimpannya untuk diri sendiri. Secara spesifik, perbedaan lain angkuh dan percaya diri sebagai berikut.

Kepercayaan Diri

Ciri pertama dari rasa percaya diri yaitu kepercayaan diri melibatkan meyakini kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan untuk memimpin seseorang menuju kemajuan atau peluang pengembangan diri dalam kehidupan. Sebab dengan rasa percaya dirinya seseorang bisa memberi dampak pada sekitar.

Adapun ciri kedua, orang yang percaya diri biasanya mencoba berbagi kemampuan mereka dengan orang lain melalui kolaborasi, pelatihan, dan dukungan. Sebab hal ini akan meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.

Ciri ketiga, individu yang percaya diri tahu bagaimana menerima kesalahan atau area perbaikan dan mendorong diri sendiri untuk mencapai tujuan. Sehingga tidak perlu merasa paling bisa daripada yang lain.

 

Keangkuhan

Ciri pertama, keangkuhan terjadi ketika seseorang menyadari kekuatannya, tetapi menggunakannya secara negatif, bukan untuk memberdayakan atau mendukung orang lain. Kedua, orang yang arogan biasanya tidak memiliki kerendahan hati, sehingga mungkin tampak membual ketika mengungkapkan keterampilan dan kemampuannya mereka kepada orang lain.

Dan ciri ketiga, Marcia Reynolds PsyD (2021), psikolog dan penulis buku pengembangan kepemimpinan, menjelaskan bahwa keangkuhan sering kali menjadi penutup kurangnya rasa percaya diri. Sehingga rasa sombongnya ditonjolkan karena sebenarnya kurang percaya diri. Itulah beberapa perbedaan angkuh dan kepercayaan diri. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar