Gaya Hidup

Kerumunan Massa Dibiarkan, VIWi Board Minta PSBB Transisi di Jakarta Dihentikan

Jakarta (beritajatim.com) – 9 bulan mengalami penurunan omset dan pendapatan akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang ketat diterapkan oleh Gubenur DKI Jakarta membuat pengusaha pariwisata geram dan meminta PSBB transisi dihentikan.

Pengusaha semakin geram saat mereka melihat kerumunan massa yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah setempat.

“Kami pengusaha disuruh untuk memperketat protokol kesehatan. Bahkan saat ini anak dibawah 9 tahun dan lansia tidak boleh masuk tempat rekreasi, tetapi diluaran banyak yang melanggar seolah dibiarkan. Kami melihat ada inkonsistensi dalam penerapan PSBB ini,” ungkap Ketua Visit Wonderful Indonesia (VIWI Board) Haryadi Sukamdani, Senin (16/11/2020).

Para asosiasi pariwisata menganggap PSBB transisi atau pembatasan lainnya sudah tidak lagi relevan. Apalagi sektor usaha pariwisata yang mereka geluti selama ini terus menerus terpukul.

Haryadi meminta agar Gubenur DKI Jakarta mau menghentikan PSBB transisi dan cukup memberlakukan new normal. Para anggota asosiasi juga sepakat akan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat untuk menjaga kualitas layanan mereka.

“Kami jug meminta seluruh kegiatan aktivitas di sektor usaha pariwisata dikembalikan kepada kondisi normal. Artinya tidak ada pembatasan kapasitas dan juga tidak ada pembatasan jam operasional,” tandas Haryadi.[rea/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar