Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Keren! Lahan Kas Desa di Magetan Disulap Jadi Kebun Bunga Matahari

M. Firman Khaliq saat berada di kebun bunga matahari yang dipelihara di lahan kas Desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Minggu (23/1/2022)

Magetan (beritajatim.com) – Hembusan angin sore membelai lembut kelopak bunga matahari di lahan kas desa Garon, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. M. Firman Khaliq si empunya kebun tak bosan-bosan memandangi bunga yang mekar itu.

Sekitar setengah tahun ini, Khaliq membudidayakan bunga matahari di lahan kas desa. Dia menyewa seluas 1.750 meter persegi. “Cita-cita saya sederhana, menjadi inspirasi untuk teman teman tani. Sekaligus mengangkat nama Garon,” ujar Khaliq.

Ide ini bermula dari percakapan grup obrolan RT. Saat itu ada informasi lelang tanah kas atau bengkok desa. Khaliq pun berminat. Namun, ia tidak tahu mau ditanami apa. “Misi saya itu sewa lahan, ketika ngobrol dengan warga RT atau di desa itu, saya tahu dan paham harga pupuk, biaya garap lahan dan lainnya, mahal saat ini,” kata pria yang juga hobi motor trail itu.

Kebetulan Khaliq kenal dengan teman yang lebih dahulu menanam bunga matahari atau sunflower. PT Tri Jawara Tunas Agroindo sepakat jadi rekanannya. Dia membeli bibit, kemudian disemai. Dan, beberapa hari kemudian ditanam di lahan bengkok yang disewanya itu.

Sunflower ini dipanen dalam kurun waktu 3,5 bulan. Jika ditanam dengan jarak 60 cm, maka bunga akan menghasilkan 200 hingga 300 gram biji kuaci. Namun, jika ditanam jarak 1 meter, bunga dengan diameter 40 cm lebih itu, menghasilkan 400 – 500 ons.

“Uniknya, bunga matahari ini ketika masih muda bisa bergerak. Kalau pagi arahnya ke timur. Kalau sore mahkotanya ke arah barat. Total ada 4000 bunga matahari yang saya tanam,” ungkap Khaliq.

Untuk harga kemitraan, sekilo biji kuaci dihargai Rp 16 ribu. Jika dibandingkan dengan padi, panenan sunflower jauh lebih menguntungkan, biaya perawatan mudah dan tidak banyak pupuk. “Kalau bunga matahari panenan dari lahan sekotak seperempat itu dibandingkan dengan hasil panenan padi, hasilnya dua kali lipat,” imbuhnya.

Dia bermimpi, nantinya bunga matahari ini bisa menjadi ikon desanya. Cita-citanya, Khaliq bersama Bumdes akan membangun destinasi Garon Sunflower Garden. Bahkan, dalam Musrenbangdes Garon, niatan Khaliq ibarat gayung bersambut.

Kelak, dalam angannya, Garon Sun Flower Garden ini bisa menjadi destinasi wisata berupa tempat selfie dan resto. Juga penjualan bibit sekaligus budidaya bunga matahari. “Semoga cita-cita ini kelak bisa terwujud. Dan Garon akan punya ikon bunga matahari,” katanya. [fiq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar