Gaya Hidup

Kampoeng Djawi di Jombang, Pilihan Tepat Melepas Penat

Kampung Djawi di Dusun Gondang, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kampoeng Djawi yang berada di Dusun Gondang, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang menjadi tujuan Universitas Kristen (UK Petra). Kampoeng Djawi dinilai sebuah tempat ideal untuk melakukan rekreasi dan bergembira, melepaskan penat dan beban aktifitas sehari-hari.

Untuk menuju lokasi Kampoeng Djawi bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Jalan Raya Mojoagung-Jombang. Kampoeng Djawi berada pada ketinggian 750 diatas permukaan laut dengan udara yang cukup segar dikelilingi pegunungan dan hamparan sawah di sekitar, memperkuat suasana desa yang menyatu dengan keindahan alam.

Suasana yang rekreatif dengan dilengkapi fasilitas kegiatan outdoor seperti high rope, flying fox, ampi theater, kolam renang, arena shooting target, pendapa joglo, dan bisa melakukan kegiatan rafting di Kali Boro (Sungai Boro), off road, motor cross dan mountain bike.

Dosen Progdi Interior UK Petra, Lintu Tulistyantoro mengatakan, ada sesuatu yang berbeda di Kampung Djawi dibanding perkotaan, di hotel-hotel. “Kampung Djawi ada durian dan kopi sehingga ini khas ingin menikmati suasan minum kopi dan durian di Kampung Djawi yang sangat khas,” ungkapnya, Sabtu (29/2/2020).

Masih kata Lintu, sebelum ke Kampung Djawi, rombongan dibawa ke Komunitas Air Kita di di Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Komunitas tersebut mempunyai sebuah informasi yang menjadi beban secara global dunia bahwa air menjadi masalah.

“Sebetulnya di Indonesia banyak sekali yang namanya air hujan karena setiap saat pasti ada dan berlebihan. Tapi di satu sisi, kita kekurangan air. Komunitas Air Kita, mengajarkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari,” katanya.

Dengan menggandeng awak media berkunjung ke Komunitas Air Kita diharapkan awak media dapat berbagi informasi manfaat air hujan kepada masyarakat. Panitia berharap masyarakat agar lebih mengenal manfaat air hujan sehari-hari. Manfaat air hujan cukup banyak, meski sulit karena harus menampung dan menyaring terlebih dahulu sebelum diminum.

Salah satu awak media, Berita Anak Surabaya, Windy Goestiana mengatakan, flying fox mempunyai panjangnya 105 meter dengan tinggi sekitar 3 meter lebih. “Sudah pernah tapi bukan disini tapi untuk yang jembatan goyang baru pertama. Duh gemeter tapi setelah bisa melalui lega juga, nggak pingin mencoba lagi,” tegasnya sembari tertawa.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar