Gaya Hidup

Kain Beraroma Makanan Sedang Digandrungi di Era Milenial

Kain beraroma makanan dipamerkan di Kickfest di Lapangan Rampal, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Perkembangan dunia fesyen tidak hanya soal gaya dan desain pakaian saja. Bahan-bahan pakaian pun juga mengalamai transformasi. Dari yang sekedar kain, kini menjadi sebuah kain beraroma layaknya menggunakan parfum pakaian.

Nirwana Textile perusahaan asal Bandung mengungkapkan ada tren baru dari jenis kain pakaian yang sedang diminati oleh milenial. Kain ini memiliki aroma. Mulai dari aroma makanan, minuman dan wewangian lainnya. Untuk jenis makanan bisa dijumpai aroma buah-buahan, minuman kaleng, hingga minyak kayu putih.

Owner Nirwana Textile, Alex Ferdian Santoso mengatakan, bahwa teknologi ini saat ini masih satu-satunya di Indonesia. Kain beraroma baru diproduksi pada awal tahun ini, namun jumlah permintaan sudah mencapai 15 ton kain aroma.

“Kain kita kasih treatment khusus dengan aroma seperti apel, cola, cokelat dan lainnya. Jadi kain kita celupkan dulu dengan aroma yang diinginkan. Bisa bertahan hingga 20 kali pencucian,” kata Alex saat di acara Kickfest di Lapangan Rampal, Kota Malang, Sabtu, (7/9/2029).

Alex mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung usaha pakaian seperti distro yang sedang digandrungi oleh generasi milenial saat ini. Bahkan, dia mengungkapkan tidak ada batas pembelian maksimal. Konsumen bisa membeli satu kilo kain aroma yang bisa digunakan untuk tiga biji kaos.

“Satu kilogram kain biasanya bisa menjadi tiga kaos. Harganya sama dengan jenis kain apapun, hanya menambah Rp12 ribu untuk perkilogram kain bila ingin memiliki aroma. Kalangan milenial mereka ingin sesuatu yang baru, jadi kita lakukan inovasi baru,” ujar Alex.

Alex mengungkapkan, sebagai industri textile tanah air Nirwana telah mampu menjangkau pasar internasional. Hampir setiap bulan Nirwana Textile mengekspor 200 ton kain ke sejumlah negara Asia, Eropa hingga Amerika.

“Selain aroma buah itu, kami juga melakukan ekspor kain dari Indonesia ke sejumlah negara. Setiap bulan kami mengirim 200 ton ke Amerika, Inggris, Australia, Jepang, Korea, Jerman dan Italy. Rata-rata untuk uniqlo, Quick Silver, DC, dan brand top lainnya,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar