Gaya Hidup

Kabar Pembangunan Wisata Buatan di Ngadas Malang, Ini Jawaban TNBTS

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat berdiskusi dengan sejumlah pihak soal pembangunan sarana dan prasarana.

Malang(beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menegaskan tidak ada pembangunan wahana wisata buatan di Dusun Jemplang, Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Di tempat ini mereka sedang membangun sarana dan prasarana wisata alam.

Sebelumnya, di media sosial Twitter Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur mencuit soal rencana pembangunan wisata buatan di kawasan TNBTS. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru, Novita Kusuma Wardani mengungkapkan pembangunan yang dilakukan bukan proyek wisata buatan.

“Ada informasi seolah-olah Bromo-Tengger Semeru itu akan dibangun wisata buatan itu tidak tepat. Karena yang dibangun adalah sarana dan prasarana wisata alam,” ujar Novita.

Novita mengungkapkan, bahwa pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan sudah melalui kajian, melihat kearifan lokal, dan sesuai peraturan. Novita mengatakan di Taman Nasional BTS sekitar 30 hektar masuk zona pemanfaatan dan dua hektarnya merupakan ruang usaha.

“Ruang usaha ini ketika dibangun tidak semuanya bisa dibangun. Jadi persyaratannya ketika dibangun sarana-prasarana wisata alam di ruang usaha di taman nasional hanya 10 persen dari luas yang diizinkan. Jadi tidak akan menggangu program konservasi,” papar Novita.

Novita mengklaim, pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan sudah mendapatkan izin usaha berbasis resiko dari pemerintah pusat. Kemudian sudah melibatkan warga setempat sehingga tidak ada persoalan antara Balai Besar TNBTS dengan warga desa.

“Di Peraturan Kementerian LHK Nomor 3 Tahun 2021. Itu turunannya Undang-Undang Cipta Kerja dan PP 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Itu sebetulnya izinnya sudah ada,” tandasnya. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar