Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Jus Kurma, Booster Energi yang Lagi Digemari di Ponorogo

Nidia Alfarista saat membuat jus kurma di rumahnya Jalan Wilis Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Buah kurma identik dengan bulan Ramadan. Ya, sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW, kurma bisa dijadikan kudapan untuk berbuka puasa. Namun, ditangan Nidia Alfarista (29), warga Jalan Cindewilis Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan ini menikmati kurma dengan dijus.

Tidak hanya dikonsumsi sendiri, jus kurma buatan Nidia ini nampaknya juga digemari oleh masyarakat lainnya. Alhasil, di bulan Ramadan ini dirinya juga meneguk cuan lewat kurma olahannya itu.

“Awalnya coba-coba ditawarkan di media sosial (medsos), ternyata responnya bagus, banyak yang pesan. Alhamdulillah, dalam sehari bisa terjual 30-50 botol jus kurma,” ungkap Nidia Alfarista kepada beritajatim.com, Kamis (7/4/2022).

Usaha jus kurma Nidia Alfarista baru berjalan bulan Ramadan ini. Ide membuat jus kurma ini, berawal saat Ia hamil saat bulan Ramadan dulu. Dia oleh kakak iparnya selalu dibuatkan jus kurma, supaya meski hamil puasanya bisa kuat. Waktu itu Ia meminum jus kurma saat buka dan sahur.

“Jus kurma ini kayak booster gitu, meski sedang hamil, saya tetap berpuasa dan tidak merasa lapar setelah rutin minum jus kurma itu,” katanya.

Nah, menjelang bulan Ramadan ini, Dia meminta resep jus kurma ke kakap iparnya yang dulu membuatkannya. Setelah uji coba beberapa kali, akhirnya Ia berhasil membuat jus kurma tersebut. Usai berhasil itu, Nidia tidak cukup puas begitu saja, otak marketingnya jalan, bagaimana jus kurma ini juga dijual.

“Ya iseng saja dipasarkan di medsos, sapa tau ibu hami, ibu menyusui atau orang lain yang berpuasa tertarik untuk membelinya,” katanya.

Nidia Alfarista saat membuat jus kurma di rumahnya Jalan Wilis Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Bagaikan gayung bersambut, jus kurma yang Ia posting di medsos itu direspon, banyak warga yang pesan untuk membelinya. Satu botol jus kurma dengan ukuran 250 mililiter itu dijual Nidia dengan harga Rp 7.000. Selama bulan Ramadan ini, sehari bisa menjual 30-50 botol jus kurma.

“Alhamdulillah berkah Ramadan, ada yang langsung beli ke rumah, ada juga yang COD, ada juga yang dianterin oleh kurir,” katanya.

Untuk membuat jus kurma ini, tidak langsung diblender begitu saja. Nidia menjelaskan bahwa kurma harus direndam dulu dengan air kurang lebih 5 jam. Setelah itu, baru kurma berikut dengan air rendaman itu diblender. Setelah alat blender dimatikan, olahan kurma itu diberi susu cair, kemudian diblender lagi.

“Satu botol kemasan 250 mililiter itu, memerlukan kurma sebanyak 5 biji,” ungkap ibu satu anak ini.

Menurutnya banyak banget khasiat dari jus kurma ini, selain menjadi booster stamina, jus kurma juga sebagai antioksidan, menjaga kesehatan jantung, dan bagus untuk minuman orang yang lagi diet. Sebab, jus kurma ini rendah lemak, tidak bikin gemuk.

“Penyimpanannya pun mudah, di suhu ruangan bisa tahan 24 jam, yang penting tidak terkena sinar matahari. Di kulkas bisa tahan sampai satu minggu, kalau difrezer malah bisa sampai 1 bulan,” pungkasnya. (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev