Gaya Hidup

Jualan Kaset Pita Sejak Tahun 1970-an, Jadi Wahana Nostalgia

Pemilik Toko Kaset Widodo, Liem Kiem Beng

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penjualan kaset pita mulai lesu. Kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Dengan kemajuan teknologi saat ini masyarakat tidak perlu menggunakan kaset untuk memutar lagu. Hanya menyimpan atau mendengarkan playlist melalui gadget secara online.

Sehingga kaset pita kini menjadi barang langka. Meski begitu, di Kabupaten Bojonegoro masih ada yang bertahan menjual kaset-kaset tersebut. Salah satunya adalah toko Widodo yang berada tepat di sebelah utara lampu lalu lintas perempatan Jalan Panglima Sudirman.

Toko kaset milik keluarga Liem Kiem Beng, (74) itu berdiri sejak 1979. Kini, pengunjung sebagian besar merupakan generasi nineties. Mereka bukan hanya mencari koleksi kaset pita, tetapi juga bertukar pikiran perihal musik maupun sekadar bernostalgia.

Beberapa pemusik legendaris bahkan juga pernah bertandang ke toko kaset tersebut. Khususnya penyanyi di era 70an hingga 90an. Seperti misalnya Gombloh. Saat itu Gombloh ke Bojonegoro untuk bertandang ke rumah gitarisnya yang asli orang Bojonegoro dan menyempatkan mampir.

“Selain itu, ada Grace Simon. Pernah ke sini karena orang tuanya kerja di pabrik tebu di Bojonegoro saat itu,” ujar Liem Kiem Beng, Kamis (30/1/2020).

Sehingga toko Widodo ini menjadi saksi sejarah era kejayaan kaset pita. “Awalnya keluarga hoby mendengarkan musik, kemudian membuka toko kaset ini,” jelasnya.

Kaset-kaset pita yang dijual tidak ada yang bajakan. Semuanya merupakan produk original. Mulai Dream Expres dan Legendary Rock era 90an yang sekarang sudah tidak keluar lagi kaset pitanya. Queen, Godbless, Power Metal, Deep Purple, aliran band slow rock itu bahkan sekarang sudah mulai susah dicari.

“Banyak musik era 90an yang sudah sudah sekali mencari kasetnya. Terakhir kali beli kaset pita tahun 2000an,” ujarnya.

Kaset-kaset pita itu dibandrol dengan harga Rp 80 ribu sampai Rp 160 ribu bagi kelompok band yang masih eksis dan kasetnya sudah mulai langka. Seperti misalnya Queen. Ada juga kaset yang langka tetapi hanya dibandrol Rp 40 ribu. Sementara kaset biasa harganya Rp 15 ribuan.

Salah seorang pengunjung Toko Widodo, Dian Wisnu. Pria yang bekerja di salah satu perusahaan dibidang migas itu menyempatkan datang ke toko kaset hanya untuk bernostalgia dan bercengkrama bersama penjual toko. “Berkunjung ke toko kaset menjadi ritual di tengah hingar bingar kecanggihan teknologi musik,” ujarnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar