Gaya Hidup

Jenita Janet Pukau Warga Mojokerto di Mojobatik Festival

Jenita Janet saat memeriahkan Mojobatik Festival. [Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto melakukan gebrakan untuk mengangkat pariwisata yang ada di kota onde-onde. Salah satunya, gelaran Mojo Spekta 2019 yang digelar sejak, Rabu (20/11/2019). Di hari ketiga, digelar Mojobatik Festival yang menampilkan lebih dari 260 lebih peserta.

Para peserta menampilkan gaun rancangan dengan kain batik motif Sisik Gringsing sebagai ciri khas batik Kota Mojokerto. Tak hanya menampilkan ratusan peserta dari berbagai kota, Mojobatik Festival juga menampilkan gaun rancangan tiga desainer muda berbakat.

Tiga desainer yang terlibat dalam Mojobatik Festival tersebut yakni Dwi Iskandar, Irma Lumiga dan Diana Mulyono Putri. Selain itu, penampilan penyanyi dangdut, Jenita Janet mampu memukau warga Kota Mojokerto. Penyanyi khas dengan wig warna-warni ini juga memakai batik motif sisik gringsing.

Anggota Komisi II DPR RI, Eva Yuliana mengapresiasi Pemkot Mojokerto, budaya yang menjadi pondasi kehidupan dibangkitkan kembali oleh Walikota Mojokerto. “Budaya kita ini, batik ini tidak hanya torehan seni tapi juga ada doa dalam setiap goresannya,” ungkapnya.

Politisi partai Nasdem ini menambahkan, pemerintah diharapkan ikut mendorong perkembangan budaya dan melindungi masyarakat untuk berkreasi dalam budaya, melestarikan budaya dan tujuannya adalah tonggak Indonesia. Yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati.

“Masyarakat sangat mencintai Mojokerto, mencintai budayanya mulai festival batik ini. Batik maknanya sangat dalam. Sisik Gringsing ada tiga makna, yakni kesejahteraan, keseimbangan dan kemakmuran. Ini kandungan doa dalam batik ini. Bagaimana menjadi negara yang baik, itu harus didasari dengan budaya dan jiwa seni,” katanya.

Kota Mojokerto, lanjut Eva, memberikan contoh kepada semua dan diharapkan kota yang lain bisa mencontoh Kota Mojokerto. Yakni bagaimana membangun masyarakat cinta pada negeri, cinta pada kotanya dan cinta pada budaya dengan diawali dengan hal kecil.

“Dalam hal ini batik, saya mengapresiasi Kota Mojokerto dengan mengadakan festivasl batik sehingga masyarakat bangga terhadap Indonesia, bangga terhadap budaya dan memiliki kehidupan dasar yang patut dijaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Mojobatik Festival yang merupakan rangkaian Mojo Spekta 2019 mengangkat batik motif Sisik Gringsing yang merupakan warisan Majapahit. “Sepasar nang khuto Mojokerto, lima hari berkunjung ke Mojokerto,” tuturnya.

Di hari kelima yakni Mojobatik Festival yang diikuti 260 peserta. Dalam Mojobatik Festival tersebut mengangkat para pengrajin batik di Kota Mojokerto, ini karena setiap pendaftar wajib membeli batik asli Mojokerto. Tentunya event tersebut diharapkan menjadi sebuah event sangat strategis.

“Yakni dalam mengangkat kota Mojokerto khususnya batik sehingga mampu meningkatkan omset para pengrajin batik di Kota Mojokerto hingga 300 persen. Diharapkan event tahunan ini bisa meningkatkan ekonomi khususnya UKM batik,” tegasnya.

Ning Ita (sapaan akrab, red) menambahkan, ada tiga orang desainer yang digandeng dalam Mojobatik Festival, salah satunya asal Kota Mojokerto. Kedepan, lanjut walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, inovasi akan berbeda event pertama tersebut dengan tujuan menjadi agenda pariwisata Kota Mojokerto tahunan.[tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar