Gaya Hidup

Jember Nusantara Bikin Sandiaga Uno Speechless dan Astrid Lea Ber-Saranghaeyo

Bupati Hendy Siswanto menyambut kedatangan rombongan kelompok musik Linkrafin di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (26/5/2021) pagi.

Jember (beritajatim.com) – Kelompok musik komunitas Linkrafin (Lingkar Kreatif Independen) berhasil menaklukkan dewan juri ┬áLomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) Kita Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Membawakan lagu ‘Jember Nusantara’, Linkrafin berhasil menyisihkan 260 kelompok musik seluruh Indonesia dan menjadi juara pertama sekaligus juara favorit. “Saya terus terang Speechless, karena koreografinya apik, lagunya majestic, penampilan overall fantastik,” kata Menteri Parekraf Sandiaga Uno, pada malam final, di Jakarta, Senin (24/5/2021).

“Lagu itu bukan hanya santapan telinga. Ini adalah penampilan yang sempurna. Dari lima finalis, ini yang terbaik. Lengkap banget. Saya pikir Indonesia berutang kepada Jember. Setelah Jember membetot perhatian dunia melalui karnavalnya, kali ini melalui lagu,” tambah ┬átambah Helmy Yahya, juri kehormatan.

“Saya tidak heran juga ini lahir di Jember, karena kita tahu creativity teman-teman di Jember dulu dengan Jember Fashion Carnaval yang membuat orang-orang seluruh dunia datang. Sekali lagi Indonesia harus berterima kasih kepada Jember. Suatu saat saya akan datang ke Jember,” kata Helmy.

Astrid Lea, pianis dan komposer yang menjadi salah satu juri, melihat penampilan Linkrafin lengkap. “Dari depan sampai belakang, dinamikanya tidak turun. Bikin kita semua ikut enjoy banget. Keren banget pokoklah. Dari nyanyi, vokal, sinden, saya suka juga tarian-tariannya. Linkrafin, kalian keren banget,” katanya sambil menyentuhkan jari telunjuk dengan jempol, membentuk tanda ‘saranghaeyo’ alias ‘aku cinta kamu’ dalam bahasa Korea.

Artis Melly Goeslaw mendorong Kemenparekraf agar membawa Linkrafin berkeliling dunia. “Kalau Kemenparekraf tidak mau, saya yang ambil. Ini keren banget sumpah. Tidak ada cacatnya. Nyanyinya bagus, aransemen vokalnya bagus, aransemen musiknya apalagi, kostumnya apalagi, koreografinya. Memasukkan semua unsur dalam satu lagu itu tidak gampang, dan mereka berhasil. Tidak memaksa. Packagingnya benar-benar terkonsep,” katanya.

Linkrafin didirikan Yudho Andriansyah pada medio 2020, dan untuk lagu Jember Nusantara, ada 28 musisi, empat koreografer, dan dua perancang busana yang terlibat. Sukses ini membuat Bupati Hendy Siswanto berterima kasih dan menyambut kedatangan rombongan kelompok musik tersebut di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (26/5/2021) pagi.

“Teman-teman Linkrafin telah membuat bangga kita semua. Atas nama masyarakat Jember, saya mengucapkan terima kasih dan selamat atas upayanya selama dua bulan untuk terus-menerus kegiatan lomba yang diadakan Kemenparekraf,” kata Hendy.

Hendy menyebut sukses Linkrafin ini sebagai kado indah jelang masa pemerintahannya yang seumur jagung. “Saya dan Wakil Bupati Gus Firjaun bangga sekali telah diberi hadiah seperti ini,” katanya.

Hendy menilai, Linkrafin telah berhasil menyuntikkan semangat pada warga Jember. “Ini langkah awal menuju ke depan yang lebih kompetitif. Saya sangat yakin dengan tampilan kemarin, Indonesia dan bahkan dunia melihat itu, tentunya ini jadi kebanggaan kita semua. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

Hendy berjanji akan mendukung seluruh kegiatan Linkrafin untuk berkreasi. “Di Linkrafin lengkap. Kalau ini dikembangkan menjadi bagian-bagian yang profesional, maka tidak akan dipandang sebelah mata. Memang Jember tidak boleh dipandang sebelah mata. Saya mengajak pelaku seni budaya di Jember untuk bangkit bersama. Jember wis wayahe bangkit. Seni budaya akan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian Jember,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar