Gaya Hidup

Jelang Lebaran, Olahan Cokelat Turqy Lamongan Meningkat 100% Lebih

Lamongan (beritajatim.com) – Momen lebaran yang bertepatan dengan larangan mudik ini menjadi berkah tersendiri bagi Aribatul Isnaini, warga Dusun Banjaranyar Desa Banjarwati Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Pasalnya, permintaan order olahan cokelat bikinannya, meningkat lebih dari 100% dari hari biasa.

Meski olahan cokelat banyak dijumpai di toko dari berbagai daerah. Namun, cokelat bikinan Aribah Isnaini ini memiliki banyak keunggulan, tidak hanya terkenal manis, tapi juga punya karakter atau bentuk yang unik. Sehingga sangat cocok dijadikan buah tangan, suguhan, hantaran, dan hadiah kepada saudara saat lebaran.

Dibantu keluarga dan beberapa tetangga untuk packing, Aribatul Isnaini yang akrab disapa Iba ini, terlihat sibuk mengejar target pesanan dari para pelanggan parsel coklat untuk momen lebaran nantinya.

Olahan cokelat bikinan Iba ini dinamakan Cokelat Turqy, yang merupakan singkatan dari Ziyadatur Rizqy, yang memiliki arti bertambahnya rejeki. Ia menyediakan berbagai macam olahan cokelat, mulai dari cokelat souvenir, karakter, buket, praline, lolly, kue, tart, dessert box, cookies, brownies, hingga kudapan lain.

Perempuan yang punya ide usaha karena hobi makan dan masak cokelat ini mengungkapkan, bahwa pemesan cokelat bikinannya, datang dari berbagai daerah, baik dari Jawa maupun luar Jawa, mulai anak-anak hingga dewasa.

“Pembelinya sih dari berbagai daerah atau kota di Jawa, ada juga yang dari luar Jawa. Biasanya saya jual via Fb, ada yang saya jajakan di beberapa toko misal di Toserba Ponpes Sunan Drajat, gerai UMKM Lamongan, dan Rumah Kreatif Lamongan mart Dinas Koperasi Lamongan,” ungkapnya, Jumat (7/5/2021) malam.

Pada momen lebaran kali ini, Iba menambahkan, jenis olahan yang paling laris adalah cokelat praline dan karakter dalam kemasan toples. Sementara, untuk hari biasa ia sering bikin dessert, kue, minuman, dan lolly serta aneka kudapan cokelat, dan saat musim wisuda yang paling banyak adalah pesanan buket dan gift.

“Saat jelang lebaran kali ini, pesanan meningkat 100% lebih, jumlah pesanan ada 5000 toples lebih, mulai dari harga Rp 45 ribu sampai Rp 175 ribu,” kata perempuan yang memulai usahanya sejak lulus kuliah pada 2014 tersebut.

Iba mengaku, dalam sekali produksi ia membutuhkan kurang lebih 10 Kg batang cokelat, walaupun jumlah tersebut kadang bergantung pada pesanan. Sedang untuk bahan bakunya ia dapatkan langsung dari pabriknya.

“Untuk bahan bakunya, saya biasanya beli dari pabrik kakao pembuat coklat, dan dikirim langsung ke rumah, karena pembelian yang saya lakukan dalam jumlah banyak,” akunya.

Dalam pembuatan Cokelat Turqy ini, waktu yang dibutuhkan bergantung pada tingkat kesulitan dan macam karakter serta ukuran cokelat yang dipesan. Selain itu, olahan cokelat tersebut juga harus didiamkan sehari semalam.

Berdasarkan informasi yang diterima, Cokelat Turqy ini telah mengantongi ijin dari Dinas Kesehatan, juga lolos audit halal MUI. Sehingga cokelat bikinan Iba ini terjamin kualitasnya dan aman dikonsumsi.

Iba juga membeberkan terkait rencana inovasi dan harapannya untuk Cokelat Turqy ke depan, sekaligus menjelaskan kendala yang dialaminya saat proses produksi Cokelat Turqy kepada beritajatim.com saat ditemui di rumahnya.

“Ke depan, banyak produk-produk baru yang akan saya realisasikan, tetapi tetap mempertahankan produk lama juga. Untuk saat ini, kendalanya soal tempat yang terbatas karena mestinya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misal suhu ruang yang harus ber-AC. Harapannya, setelah ini saya segera punya outlet dan rumah produksi khusus,” pungkasnya. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar