Gaya Hidup

Jarang Diminati, Tradisi Berkirim Kartu Lebaran Kini Jadi Eksklusif

foto/suara.com

Ponorogo (beritajatim.com) – Berkirim kartu ucapan merupakan salah satu tradisi di waktu lebaran. Tetapi untuk sekarang ini, mengirim kartu lebaran, peminatnya semakin hari semakin menurun.

“Saat ini biasanya yang masih menggunakan kartu ucapan lebaran dari kalangan instansi pemerintahan. Untuk perseorangan masih ada tapi jumlahnya sedikit sekali,” kata Kepala Kantor Pos Ponorogo Hadi Ernowo, (4/6/2019).

Hadi mengungkapkan, tradisi berkirim kartu ucapan lebaran populer pada era 1980-an. Waktu itu dia masih ingat betul menerima kartu ucapan lebaran hingga berkarung-karung. Periode itu berlangsung hingga era 1990-an.

Namun sejak masuknya teknologi informasi, terutama handphone, budaya itu mulai tergerus. Sejak itu orang beralih berkirim ucapan melalui seluler. “Sejak ada handphone, peminat berkirim kartu ucapan lebaran turun drastis. Beralih ke ucapan lebaran yang prosesnya cepat, efisien dan hemat lewat pesan seluler,” katanya.

Dengan turunnya minat masyarakat pada kartu lebaran, justru kata Hadi membuat berkirim kartu ucapan lebaran lebih eksklusif. Begitupun dengan kualitas tulisan orang zaman dahulu yang jauh berbeda dengan anak sekarang. “Untuk kaidah kebahasaan masih terjaga dibanding anak-anak sekarang,” ujar Hadi. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar