Gaya Hidup

Jalan Ditutup, Omset Warung Cak Mis di Jalan Darmo Turun 50%

Surabaya (beritajatim.com) – Penerapan pysichal distancing akibat penyebaran virus corona yang cukup tinggi di Surabaya membuat sejumlah pedagang kaki lima di kawasan jalan Darmo Surabaya merana.

Pasalnya Pemerintah Kota memberlakukan buka tutup di sepanjang ruas kawasan raya Darmo Surabaya dua kali dalam satu hari.

Hal ini berdampak pada para pedagang kaki lima di area sekitar jalan Darmo seperti dialami Cak Mis warung kaki lima yang laris saban harinya. Pasalnya biasanya jika jalan tidak ditutup dua kali dalam sehari ia bisa menjual lebih dari 100  nasi dan cemilan ala angkringan.

Menurut Cak Mis, sapaan akrab sang pemilik warung di jalan Bintoro ini, omset yang didapat setiap hari menurun drastis hampir 50 persen. Hal ini tentu membuatnya sedikit lesu untuk berdagang.

“Sudah hampir dua minggu ini lesu, terutama sejak jalan di tutup, kalau malam itu sepi sekali yang beli nasi dan lauk sate-satean. Hampir 50 persen anjloknya, kalo sore gini lumayan masih rame soalnya jalan raya depan belum ditutup, coba kalau sudah jam 19.00 sepi kadang masih sisa,”ungkap cak mis, Selasa (7/4/2020).

Salah satu pelanggan asal Sidoarjo, Muhammad Arka ini mengaku kesusahan jika harus beli makanan di area Darmo jika pulang kerja. Jika harus ke warung cak mis harus mencari jalan lain.

“Biasanya saya langganan sembako disini atau nasi bungkus sama sate-satean setelah pulang kerja tapi kalau kondisinya seperti ini saya jarang kalau ngga ya gojek,”ucapnya.

Penerapan pysichal distancing di kota Surabaya memang menjadi program Pemerintah untuk menekan angka penyebaran Virus Corona, karena Surabaya menjadi salah satu zona merah yang memiliki pasien yang terjangkit Virus Corona. [way/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar