Gaya Hidup

Isu Hoax Tsunami Bikin Pantai Balekambang Sepi

Malang (beritajatim.com) – Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Kabupaten Malang, selaku pengelola tempat wisata pantai Balekambang dan pantai Ngliyep terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke pantai. Minimnya wisatawan ke pantai akhir-akhir ini, disebabkan maraknya kabar hoax terlait isu tsunami di pantai selatan Malang.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan mengatakan, saat ini dunia pariwisata pantai mengalami kelesuan yang disebabkan adanya isu tsunami dan pantai ditutup.

“Kabar itu hoax, Pantai Balekambang tetap buka seperti biasa dan tidak ada tsunami,” ungkap Gus Wildan sapaan akrabnya, Sabtu (2/2/2019).

Wildan menjelaskan, memang pernah terjadi bencana gelombang tsunami di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu. “Bencana yang menimpa saudara kita di sekitar wilayah perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu memang menjadi keprihatinan kita semua. Tapi, lebih disayangkan jika berita duka tersebut berkembang menjadi hoax,” jelasnya.

Isu hoax tersebut, lanjut Wildan, berhembus pada momen pergantian tahun 2018 lalu. Sehingga, hal itu mengakibatkan multiple effect, dimana warga yang memanfaatkan momentum itu juga merasakan kunjungan wisata ke pantai Balekambang jadi sepi.

“Ya memang sebagai pengelola Pantai Balekambang, momen pergantian tahun adalah salah satu moment yang paling ditunggu, karena kunjungan wisatawan yang membludak. Namun multiple effect yang ditimbulkan, bukan hanya dari pihak pengelola yang menantikan moment tersebut. Di Balekambang kan juga banyak pedagang, kemacetan juga mengular hingga beberapa kilometer diakibatkan wisatawan yang antri di loket menuju Balekambang. Hal itu juga dimanfaatkan warga untuk berjualan di sepanjang jalan menuju lokasi Balekmbang,” papar Wildan.

Minimnya wisatawan ke pantai akhir-akhir ini, disebabkan maraknya kabar hoax terlait isu tsunami di pantai selatan Malang, Sabtu (2/2/2019).

Wildan memastikan Pantai Balekambang saat ini, berada dalam kondisi aman untuk dikunjungi. “Bencana apapun itu menjadi duka kita semua, dan pasti juga menjadi kekhawatiran kita semua, khususnya masyarakat pesisir. Seperti yang kita ketahui bersama, keberadaan tempat wisata termasuk Balekambang juga berdampak pada meningkatnya ekonomi kerakyatan,” bebernya.

Wildan menambahkan, pihaknya harus bangkit dan optimis. Terus berupaya menstabilkan kunjungan ke pantai terutama Pantai Balekambang. Sejumlah program juga disiapkan untuk menarik minat pengunjung. Salah satunya, dengan menggelar kegiatan Sholawat bersama para pedagang yang ada di Balekambang. Sholawat digelar sebagai bentuk rasa syukur dan memohon perlindungan Allah SWT.

“Ya kan kita tetap harus berdoa memohon perlindungan Allah, juga tak lupa mengucapkan syukur. Jadi kita berencana mengadakan Sholawat bersama. Nanti juga diikuti oleh seluruh pedagang yang ada di Balekambang dan masyarakat,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar