Gaya Hidup

Inilah Strategi Diplomasi Makanan Thailand yang Perlu Ditiru Indonesia

Salah satu restoran Indonesia di Eropa [Foto/idntimes.com]

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Indonesia perlu meniru pemerintah Kerajaan Thailand dalam melakukan gastrodiplomasi. Salah satunya meningkatkan jumlah restoran Indonesia di luar negeri.

“Thailand punya strategi bagaimana meningkatkan jumlah restoran Thailand di dunia yang dimulai sejak 2012 lalu. Setelah berjalan tiga tahun, ada delapan ribuan restoran Thailand di seluruh dunia dari yang semula hanya lima ribuan,” kata Arrmanatha Nasir, Duta Besar RI untuk Perancis, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari webinar Ambassador Talk Series#1 bertema ‘Kuliner Nusantara Dalam Gastrodiplomasi Indonesia: Pengalaman Para Duta Besar’, Jumat sore (24/7/2020) lalu.

Menurut Nasir, ada 87 restoran Thailand di Paris. “Bandingkan dengan restoran Indonesia yang hanya ada lima. Setiap restoran Thailand pun sudah menyajikan masakan yang bahan, jenis dan rasanya telah terstandarisasi,” katanya.

Banyakanya restoran Thailand di Paris membuat warga Prancis mengenal dekat negara tersebut. Kedutaan Besar RI di Paris kini rutin menggelar acara yang menampilkan kuliner Indonesia. “Banyak warga Perancis yang suka. Namun ketika mereka akan mencari masakan Indonesia di Paris, mereka kesulitan menemukan restoran Indonesia. Jika akan membeli bahan-bahan untuk masakan Indonesia seperti bumbu juga susah karena jarang ada toko yang menjualnya,” kata Nasir.

Siti Nugraha Maulidiah, Duta Besar RI untuk Polandia juga mengatakan terbatasnya restoran dan toko bahan masakan Indonesia di Warsawa. Padahal, menurutnya, saat ini makin banyak warga Polandia yang tertarik dengan masakan Indonesia, seperti rendang dan nasi goreng.

Maulidiah menyarankan pemerintah agar mendorong dan membantu pengusaha swasta serta diaspora Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa seperti Polandia. “Ini karena peluang mempromosikan masakan Indonesia terbuka lebar, baik dalam membuka restoran atau memasok bahan masakan khas Indonesia,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar