Gaya Hidup

Ini Manfaat Air Hujan yang Sebenarnya

Mojokerto (beritajatim.com) – Universitas Kristen (UK Petra) bersama sejumlah awak media melakukan kunjungan ke Komunitas Air Kita di Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Komunitas ini aktif mengkampanyekan manfaat air hujan kepada masyarakat.

Salah satu pengurus Komunitas Air Kita, Purwanto mengatakan, air hujan sejatinya sudah sejak lama memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami mengkampanyekan lewat Komunitas Air Kita. Tapi orang itu malas karena harus menampung dan menyaring,” ungkapnya, Sabtu (29/2/2020).

Masih mata Purwanto, sementara air isi ulang lebih cepat diperoleh. Dengan beberapa tahapan sederhana, lanjut Purwanto, air hujan yang turun bisa ditampung dalam wadah besar yang selanjutnya diendapkan selama semalam kemudian disaring menggunakan kain.

“Dengan penyaringan sekali, air hujan sudah bisa dikonsumsi. Bisa dipakai untuk air minum dan dari penelitian sederhana yang kami lakukan, yakni mengunakan TDS Meter untuk mengukur partikel yang ada pada larutan air yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Ternyata air hujan cukup layak untuk diminum,” katanya.

Kampanye Komunitas Air Kita ditegaskan Purwanto tidak sebatas mensosialisasikan manfaat air hujan saja, tetapi juga dilaksanakan kegiatan lain yang lebih luas skalanya. Dari air hujan, Komunitas Air Kita juga menghasilkan batik dengan pewarnaan indigo yang bersumber pada pemanfaatan tumbuhan alam.

“Mengkampanyekan air hujan layak minum dengan harapan apa yang kita sampaikan yakni air hujan bisa diminum, siapapun yang mendengar mau meminumnya walaupun seteguk.┬áDan untuk batik indigo, semoga dalam waktu dekat kami bisa memasarkan ke pasaran luar negeri dan mancanegara, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pembatik indigo, Himawati Adiapsari mengatakan, ia menggunakan air hujan karena mengikat lebih banyak. “Jika memakai air hujan, ekstra pewarna lebih pekat sehingga saya senang pakai air hujan. Warga lebih pekat. DTF karena mineral sedikit, logam sedikit sehingga zat yang terlarut dalam air hujan jauh lebih banyak,” tambahya.

Sementara itu, dosen Progdi Interior UK Petra, Lintu Tulistyantoro mengatakan, Komunitas Air Kita mempunyai sebuah informasi yang menjadi beban secara global dunia bahwa air menjadi masalah. “Sebetulnya di Indonesia banyak sekali yang namanya air hujan karena setiap saat pasti ada dan berlebihan. Tapi di satu sisi, kita kekurangan air,” ujarnya.

Komunitas Air Kita, lanjut Lintu, mengajarkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari. Dengan menggandeng awak media berkunjung ke Komunitas Air Kita diharapkan awak media dapat berbagi informasi manfaat air hujan kepada masyarakat.

“Kami berharap follow up dari masyarakat agar lebih mengenal manfaat air hujan sehari-hari. Manfaat air hujan cukup banyak, meski sulit karena harus menampung dan menyaring terlebih dahulu sebelum diminum. Tapi hasil uji air yang dikonsumsi tidak berkualitas baik,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar