Gaya Hidup

Ini di Jombang, Bukan Jepang

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (tengah pakai batik) berpose di bawah bunga tabebuya, Kamis (21/11/2019)

Jombang (beritajatim.com) – Pemandangan di alun-alun Jombang semakin menawan sejak tiga hari terakhir. Selain rumput hijau menghampar, di tepi kawasan tersebut juga ada tanaman bunga bermekaran. Bunga aneka warna-warni itu berbaris rapi. Ya, itulah bunga tabebuya atau dikenal dengan nama Sakura Belanda.

Tak ayal, pemandangan di alun-alun Jombang itu mirip dengan di Jepang. Ada Tabebuya warna putih, ada pula yang berwarna pink. Hal itu pula yang menjadi magnet bagi warga. Mereka mendatangi kawasan alun-alun untuk sekedar berswafoto kemudian mengunggahnya di media sosial.

Bahkan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab sempat berswafoto di bawah bunga ‘sakura’ itu. Dengan menganakan pakaian batik, Mundjidah bersama rombongan berpose di bawah bunga tabebuya. Sejumlah kamera langsung mengabadikan moment tersebut.

Para pelajar mendatangi alun-alun Jombang untuk melihat bunga tabebuya yang bermekaran

Bunga aneka warna itu memang sengaja ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang sekitar empat tahun lalu. Makanya, ketika pohon itu berbunga, warga langsung berduyun-duyun untuk melihatnya. “Bunga ini indah sekali. Alun-alun Jombang rasa Jepang,” ujar Sinta, salah satu pengunjung alun-alun usai berswafoto di bawah bunga tabebuya, Kamis (21/11/2019).

Rudi, pengunjung lainnya tak kalah heboh. Ia datang bersama sejumlah kawannya. Usai jeprat-jepret di bawah pohon tersebut, Rudi mengunggahnya di media sosial. Menurut Rudi, meski jumlah tabebuya di kawasan tersebut hanya belasan, namun kehadirannya mampu mempercantik alun-alun kota. “Ini namanya Jombang rasa Jepang,” ujar Rudi sembari memamerkan foto yang dimaksud. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar