Gaya Hidup

Ini Cara Emak-emak di Mojokerto Bantu Sesama

Mojokerto (beritajatim.com) ‘Rak Bambu Penyambung Tangan’ tercetus warga di Lingkungan Prajuritkulon, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19.

Ini lantaran, emak-emak di lingkungan tersebut merupakan buruh pengrajin sandal yang sepi sejak virus corona.

Setiap pagi, sejumlah emak-emak yang memiliki rejeki berlebih menggantungkan sembako berupa tahu, tempe, beras, minyak goreng, sayur mayur, telor, lele bahkan daging ayam untuk digantungkan di ‘Rak Bambu Penyambung Tangan’. Warga yang kesulitan bisa mengambil secukupnya.

Aksi warga ini, sudah dilakukan sejak awal bulan ramadan lalu dengan tujuan untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19. Warga bisa mengambil secukupnya kebutuhan yang mereka perlukan untuk konsumsi sehari-hari. Awalnya, warga hanya bisa mengambil nasi bungkus yang disediakan Satgas Covid-19 setempat dan sejumlah relawan.

“Inikan mayoritas kita semua pekerja sandal, jadi setelah ada pandemi corona usaha sandal libur. Otomatis banyak pengangguran di sini, buat makan sehari-hari saja susah sehingga sama bersama emak-emak yang lain mencetuskan ide ini. Yakno ‘Rak Bambi Penyambung Tangan’,” ungkap pencetus ide, Ira Saraswati (35).

Awalnya hanya ada nasi bungkus dari Satgas Covid-19 setempat dan sejumlah relawan, namun seiring waktu warga setempat mengeluh dikarenakan bantuan nasi bungkus sudah tak ada lagi. Sehingga ide mendirikan ‘Rak Bambu Penyambung Tangan’ muncul dengan tujuan membantu sesama.

“Setiap hari, dulu dibantu 20 sampai 25 bungkus nasi. Semenjak nggak ada nasi bungkus warga kesulitan makan. Jadi banyak yang mengeluh sehingga ide ini muncul. Saya sama Pak RT membuat seperti ini karena banyak warga yang mau membantu, tapi malu karena hanya bisa memberi semisal setengah kilo beras saja,” tuturnya.

Sehingga bantuan tersebut diakomodir dengan membuat rak dari bambu untuk menggantungkan bahan makanan yang bisa diambil oleh warga yang lain. Rak bambu sederhana yang diberi nama ‘Rak Bambu Penyambung Tangan’ ini menyediakan bahan-bahan pangan tiga kali dalam sehari selama bulan ramadan.

“Warga menggantungkan bahan makanan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB, kemudian pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB. Sore ada untuk persiapan buka puasa, dan selanjutnya habis magrib sampai pukul 24.00 WIB untuk dihidangkan pada saat sahur. Sengaja kita sediakan tiga kali, warga bisa mengambil secukupnya atau sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu emak-emak, Dewi (35) mengaku senang dengan adanya ‘Rak Bambu Penyambung Tangan’. “Acara bagi-bagi sayuran setiap pagi dari dua minggu lalu, kalau sore takjil. Pastinya kami senang sekali, terbantu dalam urusan belanja, terlebih seperti suami saya sekarang masuknya hanya dua minggu. Dua kemudian off,” tegasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar