Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Ini Alasan Joksyn Gelar Turnamen Layangan Ulur di Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Layang-layang sudah bukan lagi monopoli hobi anak kecil. Belakangan, permainan tradisional asli Indonesia ini mulai banyak dikompetisikan. Kompetisinya yakni adu teknik dua pemain layang-layang di lapangan terbuka.

Bagi pemilik layang-layang yang benangnya putus duluan maka dia kalah. Sebaliknya, pemain layang-layang yang bertahan akan dinyatakan menang dan melaju ke babak selanjutnya. Kompetisi layang-layang itu salah satunya diselenggarakan Joker Kite Syndicate (Joksyn) di Tuban Jawa Timur, Minggu (9/1/202).

Dikemas dalam ‘Turnamen Layangan Aduan Khusus Ulur, Tour de Joksyn’ acara digelar di area persawahan Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban. Diikuti oleh 64 pemain layangan dari Tuban, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Madiun, Jombang, Mojokerto dan kota-kota lain di Jawa Timur. Mereka beradu teknik layaknya kompetisi atlet olahraga.

Moch Sjah Nur Hidajat selaku penyelenggara sekaligus owner Gelasan Joksyn mengatakan, turnamen layangan melombakan antara dua pemain yang adu teknik ulur benang.

Dua pemain itu saling unjuk kemampuan dalam menumbangkan lawan hingga layangan putus. Di bagian ini, para pemain benar-benar diuji konsentrasi dan kesabarannya dalam mengendalikan layangan.

“Belakangan tren turnamen layangan marak dengan teknik tarik, jepret hingga sambit, namun Joksyn justru menggelar turnamen dengan teknik ulur. Ini berbeda. Turnamen ini bertujuan untuk kembali mengingatkan kebahagiaan kita saat masih kecil sambil berolahraga,” tutur dia.

“Sebab sebelum ada teknik tarik atau jepret, sejak kecil kita sudah familiar dengan teknil ulur atau sebutannya ulur klasik,” tambah Sjah Nur.

Pria asal Ngawi Jawa Timur ini menambahkan, kompetisi layangan sudah banyak digelar di Indonesia. Dalam Turnamen Layangan Aduan Khusus Ulur ini dia menyelenggarakan di 9 kota. Selain Tuban, juga di Madiun, Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Tegal, dan Bandung.

“Saya melihat Tuban ini banyak pemain layangan, termasuk pelayang teknik ulur, sehingga kami fasilitasi agar punya wadah yang tepat,” ungkap dia.

“Pada turnamen kemarin potensi teman-teman di Tuban luar biasa, ini yang membanggakan kami,” sambungnya.

Sementara itu dalam pelaksanaan kompetisi adu layangan di Tuban, menurutnya sudah benar-benar memenuhi standar keamanan yang tinggi. Seperti menjauhi jalan raya, pemukiman, dan tiang listrik.

Kompetisi diselenggarakan di lapangan yang jauh dari rutinitas masyarakat. Tujuannya untuk mengedukasi para pemain layangan agar bermain di lokasi yang aman dan tidak merugikan orang lain. “Semoga ke depan layangan bisa menjadi salah satu cabang olahraga di Indonesia,” harap Sjah Nur.(kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar