Gaya Hidup

Ingin Rasakan Era Keruntuhan dan Kejayaan Majapahit, Datang Saja ke Desa Wisata Bejijong

Mojokerto (beritajatim.com) – Mangkraknya rumah Majapahit di Desa Wisata Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadikan ide menjadikan paket wisata ‘Bulan Berkunjung Mojopahit’. Setiap saat wisatawan diajak singgah dan bermalam di Majapahit.

Ketua Sanggar Bhagaskara, Supriyadi mengatakan, ide awal ‘Bulan Berkunjung Mojopahit’ karena banyaknya rumah Majapahit yang mangkrak di Desa Bejijong. “Bulan Berkunjung Mojopahit sudah berjalan dua tahun ini,” ungkapnya, Rabu (29/5/2019).

Masih kata Supriyadi, ‘Bulan Berkunjung Mojopahit’ tidak terpatok di bulan tertentu saja, namun setiap bulan ditawarkan paket kunjungan tersebut. Namun awalnya, ‘Bulan Berkunjung Mojopahit’ di bulan November karena bertepatan dengan hari lahirnya Majapahit.

“Namun saat ini, ‘Bulan Berkunjung Mojopahit’ setiap bulan berkunjung. Paket wisata sudah bisa dinikmati para wisatawan yang ingin berkunjung ke Desa Wisata Bejijong karena memang awalnya memanfaatkan rumah Majapahit sebagai proyek yang gagal,” katanya.

Supriyadi menjelaskan, sebelumnya rumah Mojopahit di Desa Bejijong dibiarkan tak terbelengkai setelah proyek selesai. Sehingga dibiarkan kosong, ini menjadi ide awal dicetuskannya ‘Bulan Berkunjung Mojopahit’.

“Kita sekarang sudah ada CSR dengan BI, kemarin kita dapat bantuan berupa bed sehingga rumah Majapahit tidak lagi kosong dan tidak dimanfaatkan. Dengan sarana prasarana yang minim itu kita angkat menjadi sebuah paket wisata, ada beberapa pilihan,” ujarnya.

Pilihan paket wisata tersebut, satu jam singgah di Majapahit, tiga jam singgah di Majapahit, semalam tidur dan bermimpi di Majapahit era menuju keruntuhan dan semalam tidur dan bermimpi di Majapahit era kejayaan.

“Kalau Majapahit era menuju keruntuhan, wisatawan bermalam di homestay rumah Majapahit dengan tidur beralas tikar, makan dengan menu nasi jagung, minum menggunakan kendi dan nasi tiwul terbuat dari tepung gaplek. Singkong dikeringkan dan ditumbuk,” jelasnya.

Sementara paket wisata semalam tidur dan bermimpi di Majapahit era kejayaan, wisatawan akan diajak tidur di Hotel Majapahit yang terletak di depan Candi Wringin Lawang. Untuk harga, semua tergantung menu yang dipilih para wisatawan.

“Paket wisata era keruntuhan mulai harga Rp350 ribu sampai Rp400 ribu per pax, era kejayaan mulai harga Rp500 ribu sampai Rp700 ribu per pax. Pelajar mulai Rp200 ribu sampai Rp250 ribu dengan minimal 5 sampai 10 orang umum dan 25 orang pelajar,” tuturnya.

Namun jika ditambah pertunjukan teater, minimal 30 untuk umum. Wisatawan dapat memesan sebelumnya paket wisata tersebut di Sanggar Bhagaskara, untuk mempersiapkan pertunjukan teater. Namun jika tanpa pertunjukan teater, setiap hari dibuka.

“Wisatawan cukup datang ke Sanggar Bagaskara dan memesan paket wisata tersebut. Dalam paket wisata tersebut wisatawan akan diajak keliling candi dengan menggunakan andong atau kereta kelinci karena kita juga kerjasama dengan paguyuban andong dan pemilik kereta kelinci,” jelasnya.

Tak hanya itu, wisatawan juga diajak bermain dalam college game. Wisatawan akan diajak merasakan keseruan berburu potongan puzzle dan mencari di situs Majapahit. Ini bekerja sama dengan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan.

“Kita juga mendapatkan pembinaan dari Unair, Ubaya dan BI untuk memajukan Desa Wisata Bejijong. Masyarakat Desa Bejijong saat ini sudah merasakan manfaatkan, Majapahit bukan hanya sebongkah sejarah tapi bisa menghidupi,” urainya.

Pihaknya berharap ini, paket wisata di Desa Wisata Bejijong tersebut bisa menjadi pilot project dan waktu dua sampai dua tahun lagi, bisa dicontoh desa lagi. Harapannya rumah Majapahit bukan proyek gagal jika masyarakat aktif di dalamnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar