Gaya Hidup

Indahnya Taman Burung Migran di Teluk Pangpang Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Setiap tahun burung migran singgah dan beranak pinak di Banyuwangi. Salah satunya mampir di kawasan Teluk Pangpang, yang membentang mulai dari Kecamatan Muncar hingga Kecamatan Tegaldlimo itu.

Ribuan burung tercatat singgah di kawasan alam hamparan pohon mangrove itu. Luasan kawasan yang mencapai 3000 hektar menjadi tempat yang cocok dan favorit bagi kawanan burung untuk berkembang biak.

“Di Teluk Pangpang ini terdapat 42 jenis burung dan 9 Jenis nekton serta 15 jenis makrozoobenthos. Diantaranya merupakan satwa yang dilindungi,” kata Direktur Aliansi Relawan untuk Peyelamatan Alam (ARuPa), Edy Suprapto saat Loka Karya Teluk Pangpang sebagai Kawasan Ekonomi Esensial (KEE), di Hotel Santika, Selasa (19/01/2021).

Kawasan ini, kata Edy, telah ditetapkan sebagai KEE oleh Gubernur Jawa Timur. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kawasan sebagai mata pencaharian.

“Banyak potensi yang ada di Teluk Pangpang. Dari sektor perikanannya, ekowisatanya dan lain sebagainya. Termasuk juga ribuan burung migran yang tiap tahun singgah di Teluk Pangpang menjadi potensi tersendiri untuk dimanfaatkan,” imbuh Edy.

Ke depan, ARuPa dan USAID Bijak bersama pemerintah daerah setempat serta stakeholder terkait berperan dalam mengembangkan kawadan. Bahkan, saat ini tengah menggodok blue print sebagai bagian dari pengembangan kawasan Teluk Pangpang tersebut.

“Untuk pengelolaan Teluk Pangpang, sudah dibentuk forum yang terdiri dari beberapa instansi yang meliputi pemerintah desa, Dinas Perikanan, Bapeda, Perhutani dan elmen masyarakat. Sehingga, Teluk Pangpang bisa memberikan nilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat sekitar dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan hayati,” imbuhnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Muhammad Ali Imron menyebut, Teluk Pangpang bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Banyuwangi. Melalui hamparan alam serta ribuan burung migran bisa menjadi daya tarik wisatawan.

“Burung migran menjadi keuntungan tersendiri. Banyak yang bermigrasi di teluk Pangpang. KEE konsepnya pemanfaatan yang lestari. Ini menjadi keuntungan bagi Banyuwangi yang memang mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian,” kata Imron saat menjadi pembicara dalam Loka Karya.

Sebenarnya, kata Imron, Ada beberapa spesies burung migran yang sering singgah ke Teluk Pangpang. Diantaranya, ialah burung dara laut biasa (Sterna hirundo), burung dara laut jambul (Thalasseus bergii), burung Gajahan Erasia (Numenius arquata), burung Gajahan Penggala (Numenius phaeopus).

“Selain itu juga ada burung Cangak Besar (Ardea alba) dan Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus). Burung-burung tersebut biasa singgah di Teluk Pangpang pada bulan November hingga Bulan Februari,” sebutnya.

Sementara Kasubid Tata Ruang Badan Bappeda Banyuwangi Rudiyanto mengatakan, kawasan Teluk Pangpang memang memiliki fungsi konservasi untuk melindungi keragaman hayati sekaligus penghasil oksigen untuk keberlangsungan hidup.

“Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi salah satu penghasil oksigen dan menyerap CO2 untuk mengurangi emisi rumah kaca. Harapannya, hutan bakau ini dapat mengurangi dampak perubahan iklim akibat global warming,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Pemkab Banyuwangi telah membuat blue print untuk menjadikan kawasan ekonomi esensial Teluk Pangpang sebagai kawasan Ijen Geopark.

“Kita siapkan teluk pangpang sebagai kawasan Ijen Geopark. Akan kita ajukan ke Unisco Global Geopark. Dengan demikian, Teluk Pangpang bisa menjadi destinasi wisata alam yang memiliki daya tarik, tidak hanya wisatawan local melainkan juga wisatawan mancanegara,” pungkasnya. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar