Gaya Hidup

IKAPMII: JFC Besar Jangan karena Kontroversi

Jember (beritajatim.com) – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap agar Jember Fashion Carnaval dikenal karena bukan karena kontroversi.

“Kontroversi JFC 2019 dan beberapa perhelatan sejak dari awal kemunculannya, diakui atau tidak merupakan energi tersendiri bagi JFC untuk senantiasa menjadi perbincangan publik,” kata Ketua Umum IKAPMII Jember Akhmad Taufiq, Kamis (8/8/2019).

JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya. Kontroversi JFC terbaru adalah adanya anggapan karnaval itu mempertontonkan aurat secara vulgar di ruang publik. Keresahan ini memicu dilakukannya forum mediasi antara tokoh ormas dengan Pemerintah Kabupaten Jember, yang kemudian berhasil melahirkan beberapa kesepakatan bersama.

“Kontroversi bagi dunia seni tak jarang sering terjadi, dan tak jarang sulit untuk dihindarkan. Meskipun demikian, IKA-PMII Jember mengimbau dengan sangat agar tidak terjadi proses kapitalisasi dengan adanya kontroversi tersebut. JFC Jember harus besar karena mutu seni, dan bukan mengandalkan kontroversi,” kata dosen Universitas Jember ini. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar