Gaya Hidup

Hal Dasar yang Wajib Ditanamkan Pada Anak Sedari Dini

Kampus Production, pexels.com

Surabaya (beritajatim.com) – Banyak orang mengatakan bahwa memiliki seorang anak, bagaikan melukis di atas kanvas yang masih putih dan bersih. Kita bebas melukis di atas kanvas putih tersebut, namun warna yang kita coretkan akan menentukan hasil akhir lukisan. Begitu pula dengan anak, si kecil yang polos bebas kita tanami apa saja dalam pikirannya, sehingga bisa membentuk karakternya menjadi pribadi yang baik.

Seringkali terlupakan, ada hal-hal mendasar yang akan menjadi pondasi anak ketika dewasa nanti namun telupakan. Padahal hal-hal ini tak hanya membentuk karakter anak, namun juga mempengaruhi bagaimana sang anak bersosialisasi dengan orang lain. Berikut ini adalah beberapa tata karma yang harus kita ajarkan dari kecil.

1. Tolong dan Terimakasih

Dua hal ini tidak boleh terlewatkan. Di zaman sekarang mengatakan tolong dan terimakasih rupanya menjadi sesuatu yang sulit. Tak sedikit anak atau orang dewasa yang meminta bantuan seenaknya tanpa meminta tolong, lalu sesudahnya hanya pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih. Dua kata ini, apabila tidak dibiasakan sedari kecil, maka akan terbawa hingga dewasa.

2. Maaf dan Permisi

Tak sedikit orang yang merasa gengsi ketika harus mengatakan maaf terlebih dahulu, bahkan ketika ia salah sekalipun. Ajarkan anak untuk mengatakan setelah melakukan kesalahan, juga tanamkan prinsip untuk mengucap permisi. Entah saat melewati orang lain, atau izin mengambil barang milik orang lain. Terapkan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

3. Sopan

Sopan santun terhadap orang yang lebih tua sepertinya sudah mulai luntur. Sebelum etika itu benar-benar hilang, mulailah untuk mengajarkan pada anak kalian. Bisa dimulai dari tidak menggunakannada suara tinggi saat berbicara dengan nenek dan kakek, tidak menunjuk-nunjuk, atau tidak menyela saat orang lain masih berbicara. Ada baiknya untuk tidak hanya menerapkan ini pada orang tua namun juga pada teman sebaya. Mengambil mainan milik teman tanpa izin, juga dapat dikategorikan sebagai tidak sopan.

4. Bertanggung jawab

Jangan dulu memberikan tanggung jawab yang besar, mulailah dari tanggung jawab yang memang sudah menjadi tugasnya. Contohnya merapikan mainan yang sudah dipakai atau bantu membersihkan minuman yang ia tumpahkan ke lantai, tanpa memarahinya. Hal-hal kecil ini lah yang menanamkan pada anak betapa pentingnya bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat.

5. Tidak memberi orang lain komentar buruk

Untuk yang satu ini mungkin terdengar sepele, anak-anak akan dianggap wajar apabila memberi komentar negatif tentang orang lain. Seperti memeberi ejekan jelek, bau, dan hal buruk lainnya. Alih-alih memberi tau, orang tua malah tertawa dan menganggap itu lucu. Padahal, apabila dibiarkan, anak kecil yang beranjak dewasa itu akan terbiasa untuk mencemooh orang lain.

Mulai sekarang, tanamkan sikap baik dansopan santun pada anak. Anggapan “Namanya juga anak kecil,” tidak bisa dibenarkan. Karena walaupun hanya seorang anak kecil, sebagai orang tua seharusnya sanggup untuk menasehati dan mendidik. Meski begitu, ajarkan hal-hal di atas dengan penuh kelembutan, beri tau hal-hal yang harus dilakukan sang anak tanpa memarahinya. Ini agar anak lebih mudah paham dan tidak memberontak.[mnd/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar