Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Grup Dongkrek Madiun Ini Nyaris Tak Jadi Berangkat ke Eksotika Bromo

Madiun (beritajatim.com) – Senyum Andrik warga Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengembang.,

Grup dongkrek yang digawanginya berhasil mendapatkan ijin dan dukungan Pemkab Madiun untuk berangkat ke salah satu festival besar Jawa Timur. Eksotika Bromo di Arena Penanjakan 1 Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur jadi salah satu agenda yang mereka ikuti sejak tiga tahun silam.

Belum lagi, ada beberapa festival ataupun event budaya lain yang pernah mereka ikuti. Mereka sempat nyaris tak berangkat karena hingga H-2 tak ada kejelasan terkait bagaimana akomodasi mereka untuk berangkat. Karena, Andrik dan timnya berjumlah sekitar 30 orang. Namun, berkat bantuan dari beberapa pihak, dia lantas berhasil mendapatkan dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.

‘’Sebuah kebanggan bagi kami bisa tampil di Eksotika Bromo. Persiapan sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu. Tapi, kami sempat kebingungan mau berangkat bagimana sampai akhirnya kami dapat bantuan dari dinas. Kami berterima kasih pada pihak yang sudah membantu kami,’’ kata Andrik pada beritajatim.com, Senin (8/11/2021)

Pria 55 tahun itu memiliki anggota dongkrek bahkan dari usia remaja. Dia menilai semangat anak – anak muda yang tergabung dalam Dongkrek Condro Budoyo sangat bagus. Dia menginginkan kalau kelak acara serupa tetap digelar sehingga memberikan anak muda kemauan untuk terus berlatih dan nguri-uri budaya lokal.

Grup dongkrek yang didirikan sejak 2001 itu terus dibina. Bahkan, dirinya terus mengenalkan kesenian dongkrek pada anak – anak muda di Madiun. Tak hanya itu, dia memiliki misi untuk membawa nama dongkrek bisa Go Internasional.

‘’Dari festival ke festival akan kami lalui. Tentu kami mengharap bukan hanya sekadar dukungan dari pemerintah tapi juga masyarakat asli Madiun untuk terus melestarikan budaya atau kesenian dongkrek,’’ kata Andrik.

Untuk informasi, kesenian dongkrek adalah sebuah rangkaian tarian yang menggambarkan proses untuk menolak bala atau mengusir mara bahaya yang kala itu melanda Madiun. Menurut kepercayaan warga setempat, Madiun pernah dilanda wabah penyakit. Di mana warga yang mengalami sakit pagi hari akan meninggal sore hari, dan yang sakit pada sore hari akan meninggal saat pagi.

Mbah Palang, seorang pemimpin daerah kala itu melakukan ritual pengusiran marabahaya itu dengan melakukan beberapa ritual dan merapalkan doa. Dalam tarian dongkrek Mbah Palang digambarkan dengan topeng orang tua dan membawa tongkat. Berikut ada tokoh Perot dan Si Cantik yang menggambarkan warga masyarakat. Dan ditambah beberapa tokoh genderuwo yang menggambarkan mara bahaya yang mengganggu masyarakat.

Pun, diiringi musik gong dan korek sehingga menghasilkan suara dongkrek. Sehingga, dikenal lah tarian tersebut dengan dongkrek. Kesenian dongkrek Madiun kerap ditampilkan dalam beberapa acara baik hajatan pernikahan, acara kebudayaan hingga hiburan saat pesta rakyat. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan