Gaya Hidup

Giring Nidji Doakan Pasha Ungu, Begini Isi Doanya

Surabaya (beritajatim.com) – Plt Ketua Umum (Ketum) PSI Giring Ganesha dan mantan Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha ‘Ungu’ saling debat di Instagram.

Hal ini dipicu unggahan Giring, mantan vokalis Band Nidji ini yang mengkritik penanganan banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasha yang merupakan politisi PAN pun berkomentar pedas menyerang Giring yang dianggap belum berpengalaman di pemerintahan, dibandingkan Anies.

Pasha menilai, kritikan Giring kepada Gubernur Anies Baswedan terlalu naif dan kerdil.

“Sama Pasha hubungan saya baik-baik ajalah. Maksud saya juga, ya setiap politisi pasti ada ya kepentingan lainnya. Mungkin kalau memang senior saya Pasha memang lagi mengincar untuk DKI 1, ya saya doakan, semoga sukses, pokoknya terus berjuang,” ujar Giring di Hotel Kampi Surabaya usai pelantikan pengurus DPW PSI Jatim.

Giring mengaku tidak baperan usai berdebat dengan Pasha di Instagram. Apalagi, ia menilai dalam politik tidak perlu membawa perasaan.

“Kalau saya simpel saja. Satu hal di PSI yang saya sudah pelajari di politik ya dan ini saya terapkan semua, seluruh kader saya di seluruh Indonesia, nggak usah baperan, gausah baperan ini kan politik,” jelasnya.

Giring memastikan, bila dirinya nanti akan bertemu Pasha, suasananya biasa saja.

“Ya saya baca di Instagram, karena saya waktu itu perjalanan keliling Jatim, jadi fokus saya bagaimana bisa memperkenalkan PSI di seluruh daerah. Jadi menurut saya nggak ada baper sama sekali, kalau ketemu bakalan biasa aja, serius,” ungkapnya.

“Jadi kan menurut saya, ya balik lagi, yang naif siapa? Dan yang kedua, ya saya kan vokalisnya Nidji bukan band Naif, gitu sih,” ujar Giring di Hotel Kampi Surabaya usai pelantikan pengurus PSI Jatim, Rabu (24/2/2021) malam.

Giring menjelaskan, PSI punya delapan kursi di DPRD Jakarta untuk memperjuangkan suara masyarakat. Menurutnya, pemerintahan DKI Jakarta di bawah Gubernur Anies Baswedan belum maksimal.

“Ya balik lagi sih, kalau kita di PSI kita punya delapan kursi yang setiap hari berjibaku untuk menjadi perwakilan suara masyarakat Kota Jakarta. Dan di situ kita bisa melihat sendiri permasalahan apa saja yang dialami masyarakat Jakarta dan bagaimana pemerintahan Mas Anies menurut kita masih belum maksimal,” jelasnya.

Giring kemudian mengingatkan, banjir yang terjadi di Jakarta pada tahun 2020 lalu. Pada saat itu, ada harapan agar pemerintah siap di musim penghujan tahun 2021 tidak terjadi banjir.

“Saya cerita dikit deh, di 2020 masih ingat ada banjir besar di Jakarta. Kita benar-benar merasa bahwa, punya seperti berdoa lah, mudah-mudahan pemerintah DKI Jakarta bisa siap menghadapi musim penghujan di 2021. Dan jangan sampai kejadian lagi banjir, tapi ternyata banjir lagi,” bebernya.

Giring merasa, kritikannya sudah sesuai data dan sebuah bentuk masukan kepada pemerintah. Baginya, mengkritik pemerintah DKI Jakarta merupakan haknya.

“Jadi, kritikan yang sudah saya tuliskan itu berdasar data, satu. Kedua, itu adalah kritikan yang membangun seharusnya, iya kan. Dan, ketiga saya sebagai warga DKI Jakarta yang membayar pajak, jadi itu adalah hak saya,” tegasnya.

Giring menambahkan, dirinya tidak perlu harus menjadi pejabat untuk mengkritik pemerintah. Apalagi banjir tersebut, disebut Giring berdampak besar kepada masyarakat.

“Sedangkan kalau saya harus menjadi Presiden dulu baru bisa mengkritik atau menjadi Gubernur dulu baru bisa mengkritik, bagaimana nasib para pengusaha-pengusaha di Kemang yang sudah 2 tahun berturut-turut ini, usahanya kelelep, harus bersih-bersih lagi. Mungkin ada juga temen-temen kita yang juga mobilnya akhirnya rusak. Atau bahkan ya kita tahu sendiri ada korban-korban juga kan, masak saya harus jadi Gubernur dulu untuk bisa mengkritik?” pungkasnya. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar