Gaya Hidup

Catatan Perjalanan dari Taiwan (5)

Getaran Jiwa Ngopi di Starbucks Hualien Bay

SENSASI KOPI kerap kali tidak ditentukan oleh wujud kopi semata. Lingkungan tempat ngopi sangat berpengaruh. Bayangkan, misal, ngopi bersama mandor perusahaan dengan ngopi bersama kekasih, walau dari kopi yang sama dan cangkir yang sama, sensasinya tentu berbeda.

Filosofi cita rasa kopi itu tampaknya dipegang erat oleh manajemen Starbucks Hualien Bay. Sebuah tempat ngopi berkelas internasional di daerah Hualien, negeri Taiwan.

Jenis kopi, minuman pelengkap, jajanan di Starbucks Hualien Bay bisa jadi mirip dari dengan starbucks lain di seluruh dunia. Tapi tempat ini memberi tawaran sensasi yang berbeda. Sensasi yang memberi kami rasa nyaman, art (seni), betah, seru, edukatif.

Dan yang utama, kami merasa menjadi dirinya sendiri. Mengekspresikan personalitas diri.

Memasuki area Starbucks Hualien Bay, sekilas saja, kami terpesona oleh tempat yang luas. Lapang. Aspal hitam dengan garis-garis putih untuk tempat parkir kendaraan. Orang-orang tampak keluar kendaraan dan berjalan tergegas.

Ah, orang Taiwan rata-rata memang suka berjalan cepat dan penuh semangat. Bahkan ketika hendak ngopi. Mereka seakan terburu-buru untuk segera menyelesaikan sesuatu. Kadang ketika berjalan, mereka tanpa sengaja menyenggol orang lain, dan segera meminta maaf. Berbeda jauh dengan orang Indonesia yang lebih suka menikmati waktu dengan lebih pelan.

Ketika kami datang, Kamis (25/7/2019), sekitar pukul 10 pagi, langit di atas cukup cerah. Matahari sedikit terik. Udara terasa hangat. Tetapi pohon-pohon rindang di sekeliling Starbucks Hualien Bay menjaga perasaan tetap nyaman.

Gedung Starbucks Hualien Bay tepat berada di tengah ranah luas itu. Dari jauh, bangunan kokoh itu tampak mencolok. Warna-warna cerah dan berani. Kami seperti diingatkan dengan karya-karya pop art yang didedahkan Andy Warhol. Komposisi bentuk dan warna yang kian membangkitkan gairah.

Ada yang unik sebenarnya. Bangunan Starbucks Hualien Bay berwujud bidang kotak-kotak bergaris. Usut punya usut, bangunan itu rupanya disusun dari tumpukan 29 kontainer. Bukan kontainer imajiner tetapi kontainer dalam arti sebenarnya. Kontainer yang dulunya dipakai untuk mengangkut beragam barang, kontainer yang pernah menjelajah beragam pelabuhan, beragam pulau, beragam negara dan benua. Kami bisa melacak riwayat penjelajahan itu dalam catatan di badan kontainer.

Kesan lapang dan udara hangat di luar langsung berubah begitu memasuki ruangan Starbucks Hualien Bay. Berganti udara sejuk dan suasana nyaman. Butuh waktu beberapa menit untuk memesan kopi. Tetapi, ini menunggu yang tidak membuat jenuh. Desain ruangan menyajikan pengalaman artistik. Cocok buat foto-foto diri (selfie).

Ketika kopi tiba, eh banyak juga pilihan menu selain kopi, pengalaman artistik semakin lengkap. Kami bisa memilih ruang yang sesuai dengan selera dan getaran jiwa. Apakah sedang pikiran kacau dan ingin mendapatkan ketenangan, apakah sedang gundah dan ingin enjoy, apakah ingin suasana seru, apakah ingin suasana melankoli, suasana gempita, suasana ceria. Setiap teguk minuman yang melintasi bibir, lidah, dan meresap ke tubuh secara perlahan membawa menuju suasana yang kami inginkan. Dan tiada kebosanan untuk meneruskan pada tegukan-tegukan selanjutnya.

Starbucks Hualien Bay menemani ritual minum kopi dengan beragam pengalaman. Di sini banyak sekali spot menarik untuk berfoto diri. Bahkan harus antre di spot-spot tertentu. Beruntung, Taiwan memiliki budaya antre yang tertib. Sehingga tidak pernah terjadi desak-desakan, sesama pengunjung saling menghormati.

Pengalaman lain adalah pengetahuan tentang budaya dan sejarah. Dinding ruangan terdiri dari mural-mural (seni lukis di tembok) yang menggambarkan riwayat dan kehidupan suku Amis, salah satu suku asli Hualien.

Pada dinding gerai yang lain, kami bisa belajar tentang pengolahan biji kopi. Mulai dari tanaman, dipetik, dan diolah menjadi kopi siap seduh. Deskripsi yang berpadu dengan gambar-gambar.

Bergeser ke gerai lain, kami disuguhi keindahan panorama wilayah Hualien. Sebuah wilayah perbukitan dengan pepohonan hijau lebat. Kembang warna warni. Petak-petak rumah di beberapa tempat. Langit luas dan awan melintas. Menandaskan pesona alam pinggir Samudera Pasifik.

Begitulah, kenikmatan kopi tidak berdiri sendiri. Starbucks Hualien Bay tampaknya sangat memahami itu. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar