Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Entung jati yang dimasak menjadi kuliner nikmat dan kaya protein

Surabaya (beritajatim.com) – Kekayaan Indonesia memang beragam, salah satu di antaranya adalah kuliner. Sangat disayangkan, jika kekayaan ini hanya dipendam. Maka untuk saat ini lebih dititikberatkan ke jenis pangan lokal. Kebiasaan yang dibangun ini, harapannya dapat selaras dan terwujud dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)

Yongki Gunawan mengatakan jika sejumlah negara di Asia, seperti Korea dan Thailand, menyediakan kurikulum masakan yang diajarkan lebih banyak ke hidangan lokal. Beda halnya dengan Indonesia yang mengajarka 60-70 persen masakan barat.

Maka, menurut Yongki, jika ini dibiarkan seperti itu, maka generasi Nusantara mendatang tidak mengenal masakan lokal. Maka dari itu, Yongkri mulai melatih kuliner ke berbagai generasi muda. Bahkan, dia sering menanamkan nilai jika masakan dari Indonesia umurnya relatif sangat panjang, dibanding masakan negara lain yang hanya bergantung kepada tren.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menuturkan, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Aceh dapat meningkatkan kontribusi UMKM sektor kelautan dan perikanan sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

Aceh dipilih sebagai warisan budaya yang tinggi mulai dari harumnya kopi Gayo, serta keragaman kuliner Aceh yang terkenal memiliki lautnya yang kaya akan sumber daya ikan. Harapannya bersama dengan program pemerintah dapat mendorong usaha mikro kecil dan menengah di sektor kelautan dan perikanan mengalami peningkatan kapasitas melalui promosi dan digitalisasi pemasaran sehingga produksi dan omzet penjualan mengalami pemulihan.

Sangat disayangkan jika Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut tidak dikelola secara berkelanjutan (sustainable blue economy). Pengelolaan ini menjadi fokus pada transformasi paradigma dari eksplorasi bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah serta dari teknologi sebagai alat bantu menjadi teknologi inovatif yang memproduksi nilai tambah.

Selain itu, membuat kuliner lokal Indonesia dengan bahan negara sendiri menjadi lebih bernilai harganya. Mulai bangga produk lokal! [prd/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar