Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Gemar Makan Jengkol? Simak Cara Mengolahnya agar Tak Berbau Menyengat

Pixabay

Surabaya (beritajatim.com) – Jengkol merupakan salah satu bahan masakan khas Indonesia yang banyak digemari namun memiliki keunikan dari bau yang tidak seda. Hal ini disebabkan karena jengkol memiliki kandungan sulfur yaitu jengkolic acid atau asam jengkolat.

Banyak masyarakat menggunakan jengkol ini sebagai pengganti daging, karena jengkol memiliki tekstur yang dianggap mirip dengan daging.

Jengkol sering ditemukan di Jakarta. Jengkol menjadi salah satu menu yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Betawi, bahkan olahannya sering ditemukan di penjual nasi uduk Jakarta. Bahkan jengkol sering menjadi ajang gengsi saat mencicipi dari piring ke piring. Seperti kopi saja, ya.

Biasanya jengkol diolah dalam berbagai jenis masakan seperti tumisan, sambal, sumur, lalapan, dan lain sebagainya.

Untuk mengonsumsi jengkol juga dibutuhkan perhatian khusus dalam memilih jengkol, diantaranya pilih lah jengkol yang sudah tua dan warnanya putih kekuningan. Hindari warna yang terlalu kuning kehitaman karena jengkol ini bisa menjadi lebih pahit.

Selanjutnya pilih jengkol yang bentuknya agak menggembung karena biasanya lebih empuk daripada jengkol yang tipis dan pipih.

Agar pada saat dimasak atau dimakan jengkol tidak menyebabkan bau dan Teksturnya empuk, makan jengkol ini harus dimasak secara khusus dan mengolahnya dengan benar. Adapun berikut ini tips memasak jengkol agar tidak bau dan empuk.

 

Kupas kulit
Tips yang pertama untuk menghilangkan bau tidak sedap pada Jengkol yaitu dengan mengupas kulitnya sebelum dimasak, kupas jengkol dan cuci sampai bersih.

Rendam
Kemudian rendam jengkol satu malam dengan air dingin, air kapur sirih, atau air susu putih agar menetralisir bau dan menghilangkan rasa pahit.

Rebus
Yang ketiga rebus lah jengkol dengan daun salam atau daun jeruk agar membuat teksturnya lebih empuk dan mengurangi baunya.

Jangan dimasak lama
Tips yang kelima jangan terlalu lama saat masak Jengkol, usahakan untuk memasaknya kurang lebih selama 30 min saja karena jika terlalu lama bisa membuat aroma bau jengkol keluar dan menjadi pahit. Atau jika ingin lebih lama bisa direbus selama 2 jam.

Ganti air rebusan secara berkala
Selanjutnya selain merebus jengkol dengan tips di atas, Anda bisa juga merebusnya dengan air cucian beras atau daun jambu biji. Namun lebih baik dan disarankan untuk mengganti rebusan jengkol secara berkala. misalnya jika Anda merebus jengkol selama dua jam, Anda bisa mengganti airnya sekitar tiga kali. cara ini dibuat untuk membuat bau jengkol tidak menyengat. [ptr/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar