Gaya Hidup

Gara-gara ini, Pedagang Nasi Boran Lamongan Ramai Diburu Penikmat Kuliner

Lamongan (beritajatim.com) – Nasi khas Lamongan yang dikenal dengan sebutan nasi Boran menjadi santapan favorit masyarakat saat Lebaran. Nasi khas ini banyak ditemukan di hampir setiap sudut kota Lamongan.

Libur lebaran kali ini, para pedagang nasi Boran di Lamongan mengaku telah meraup keuntungan hingga jutaan rupiah per harinya. Keuntungan tersebut menjadi berkah bagi para pedagang, meningkat signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Seperti halnya, Ani, salah seorang pedagang yang menjajakan nasi racikan kuliner khas Lamongan di Jalan KH Ahmad Dahlan Kabupaten Lamongan. Ia menceritakan, bahwa sedari malam Lebaran, hampir semua stan pedagang ramai dipadati para pembeli untuk menikmati nasi Boran. “Disyukuri mas, omset perhari bisa jutaan rupiah. Sedang di luar Hari Raya hanya ratusan,” ujar Ani saat ditemui di stan jualannya, Selasa (18/5/2021).

Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan dari para pembelinya, Ani sengaja menambah stok dagangannya dari yang biasanya hanya sekitar 100 porsi menjadi 150 hingga 200 porsi di momen lebaran kali ini. “Belum sore sudah ludes mas, bahkan kerap kali bawa dua bakul besar nasi dan selalu habis,” kata Ani dengan raut wajah penuh rasa syukur.

Ani juga menambahkan, bahwa banyak pembeli yang berasal dari para perantau luar daerah Lamongan, Ia beranggapan jika rasa rindu kota tercinta menghantarkan perantau memburu kuliner nasi Boran.

“Ketika saya tanya, kebanyakan perantau berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Bahkan banyak juga saya temui plat nomor kendaraan mereka tidak berseri Lamongan,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan beritajatim.com lebih lanjut. Sering kali pembeli harus mengantri panjang karena saking ramainya. Namun hal tersebut tak menyurutkan niat penggemar kuliner nasi Boran. Hingga H+5 Lebaran ini, para pembeli masih tampak ramai memadati stan pedagang. “Karena tempatnya yang terbatas, kadang pembeli harus bergantian dan antri, apalagi kemarin di hari kedua hingga ketiga Lebaran,” lanjut Ani.

Diketahui, Nasi boran menjadi salah satu racikan kuliner khas Lamongan yang dipatenkan oleh Pemkab Lamongan. Dinamakan Nasi Boran karena diambil dari nama wadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu, yang oleh warga Lamongan disebut dengan nama Boran.

Selanjutnya, di dalam Nasi Boran tersebut, terdiri dari nasi, bumbu, lauk dan rempeyek. Ada juga empuk atau tepung yang digoreng, dan pletuk yang merupakan kacang dan remah nasi aking, sehingga keduanya menjadi pelengkap lain yang menambah citarasa nasi Boran semakin ciamik.

Sedangkan untuk lauknya terdiri dari beragam pilihan yang ditawarkan. Di antaranya ada daging ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe, dan lain-lain.

Harga yang dipatok oleh pedagang pun sangat ramah di kantong. Berbagai kelebihan dari nasi Boran tersebut, membuat pesonanya tak pernah pudar di hati para peminatnya. Harganya berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, tergantung pilihan lauknya.[riq/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar