Gaya Hidup

Gandeng Siswa-siswi Pencinta Alam, KOMPPACK Tanam 200 Bibit di Lereng Gunung Welirang

Aksi tanam rawat pohon KOMPPACK di sekitar sumber mata air Lak Cemoro Claket Pacet, Minggu (21/2/2021). [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 200 lebih bibit pohon berbagai jenis ditanam di sekitar sumber mata air Lak Cemoro Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Bersama para siswa-siswi pecinta alam, Komunitas Pecinta Alam Claket pacet (KOMPPACK) juga melakukan perawatan pohon di lereng Gunung Welirang.

Dengan mengandeng siswa-siswi Pecinta alam yaitu SAKUPALA dari SMAN 1 Kutorejo dan GOPPALASDA dari SMKN 2 Kota Mojokerto, aksi tersebut digelar pada, Minggu (21/2/2021). Sebanyak 50 orang relawan melakukan aksi tanam 200 lebih bibit dan rawat pohon yang sebelumnya ditanam.

Sebelumnya, puluhan relawan tersebut berjalan kali sejauh 1 km. Sebanyak 200 lebih bibit pohon tersebut diantara bibit pohon Akasia, Bulu dan Sukun. Pasalnya ketiga jenis pohon tersebut memiliki akar yang kuat, tahan terhadap cuaca sehingga memiliki waktu hidup cukup lama dan cocok ditanam untuk jenis tanah yang ada sumber mata.

Salah satu anggota GOPPALASDA, Putri Nur Aisyah mengaku baru pertama kali mengikuti penanam pohon di lereng Gunung Welirang. “Seru banget sih, karena baru pertama kali ini melakukan penanaman pohon. Sebagai pembelajaran bagi saya pribadi dan organisasi saya, nantinya akan kami rawat dan tanam lagi,” ungkapnya, Minggu (21/2/2021).

GOPPALASDA berencana akan melakukan aksi tanam pohon di lereng Gunung Welirang pada musim hujan tahun depan sebagai salah satu program kerja GOPPALASDA. Ia berharap aksi tersebut bisa bermanfaat bagi lingkungan dan menjaga kelestarian alam khususnya di sekitar lereng Gunung Welirang.

Koordinator Penanaman, Nurul Ikhsan mengatakan, sebanyak 200 lebih bibit pohon ditanam di sekitar sumber mata air di lereng Gunung Welirang sisi utara. “Bibit-bibit pohon ini, kita peroleh dari BPDAS Brantas. Selama kurang lebih 2 jam, kita selesai menanam sebanyak 200 lebih bibit pohon,” katanya.

Dalam aksi kali ini, KOMPPACK sengaja mengandeng para siswa-siswi pecinta alam dengan bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian dan edukasi terhadap alam sejak dini bagi relawan yang belia. Sehingga diharapkan nantinya generasi muda lebih peduli lingkungan khususnya di wilayah Mojokerto.

“Untuk kedepannya semoga lebih banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya fungsi pohon dalam kehidupan. Sehingga nantinya semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk melakukan penanaman pohon, minimal di tempat tinggalkannya,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Perawatan Tanaman, Akhmad Lukman menambahkan, dari pantai di lokasi ada tanaman yang tahun lalu ditanam ada beberapa yang mati. “Mati karena dimakan hewan liar dan tadi sudah kami ganti dengan tanaman yang baru. Karena aksi ini, tidak hanya tanam tapi juga rawat,” jelasnya.

Selain melakukan penanaman, lanjut Lukman, puluhan relawan tersebut juga melakukan perawatan pohon. Karena ada ratusan bibit juga ditanam KOMPPACK pada tahun 2020 di lereng Welirang. Perawatan dilakukan dengan membersihan rumput sekitar lokasi tanam dan mengganti tanaman yang mati.

“Minimal 1 bulan sekali kita pantau dan kalau ada yang mati atau kondisi bibit jelek akan kami ganti dengan yang bibit baru. Dan nanti akan kami tambal sulam lagi untuk pohon yang mati di penanaman tahun kemarin. Selama aksi tanam dan rawat, cuaca gerimis dan berkabut tapi semua lancar,” terangnya.

Perawatan pohon dengan cara pemantauan minimal satu bulan sekali tersebut, bertujuan agar pohon bisa tumbuh dan berkembang dengan baik serta mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh kembang dan nantinya bisa hidup secara mandiri. Aksi ini juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya bencana di masa yang akan datang. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar