Gaya Hidup

Gandeng Repelika, Indonesian Eagle Reboisasi Gunung Penanggungan

Penanaman pohon oleh Repelika dan Indonesian Engle di puncak bayangan Gunung Penanggungan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Di awal 2021 ini Indonesia sudah dilanda sejumlah bencana alam, mulai dari banjir bandang hingga longsor. Dari sekian banyak bencana yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh faktor lemahnya pengelolaan lingkungan serta kurangnya pemahaman akan pembangunan yang berkelanjutan.

Daya lenting lingkungan yakni kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan lambat. Hal tersebut karena dampak eksplorasi alam yang terus terjadi. Ini menjadikan keprihatinan bagi kelompok penggiat lingkungan di kawasan Surabaya dan Mojokerto.

Untuk menanggulangi hal sama yang terjadi di daerah lain serta dalam memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon, Indonesian Eagle bersama Repelika Mojokerto sepakat untuk melanjutkan program penanaman di sekitar puncak bayangan Gunung Penanggungan. Program tersebut sudah berjalan lebih dari 5 tahun.


Koordinator penanaman pohon Nuzul mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan oleh dua organisasi. “Yakni dengan melakukan penanaman sebanyak 200 an. Mulai dari bibit cemara gunung dan akasia di sekitar puncak bayangan Gunung Penanggungan,” ungkapnya, Selasa (26/1/2021).

Selain melakukan penanaman, lanjut Nuzul, relawan juga melakukan perawatan ratusan bibit yang sudah ditanam sebelumya. Perawatan dilakukan dengan cara membersihan area di sekitar lokasi tanam. Menurutnya, hal tersebut menjadi penting untuk memastikan pohon yang ditanam tumbuh dengan baik.

Koordinator perawatan tanaman, Iwan Jojon menambahkan, hal tersebut dilakukan juga untuk melihat apakah pohon yang ditanam mendapatkan sinar matahari yang cukup. “Sehingga pohon tersebut bisa dipastikan untuk tumbuh kembang dan nantinya bisa hidup secara mandiri,” tambahnya.

Penanaman pohon oleh Repelika dan Indonesian Engle di puncak bayangan Gunung Penanggungan.

Nampak dalam kegiatan perawatan, ratusan pohon cemara telah mampu tumbuh dengan baik. Beberapa diantaranya, bahkan sudah mencapai ketinggian 5 meter hingga 7 meter. Curah hujan yang cukup selama beberapa bulan ini juga mampu membantu pertumbuhan pohon dengan baik.

“Dengan adanya pohon-pohon ini diharapkan air hujan mampu disimpan menjadi air tanah yang akan menjadi cadangan saat musim kemarau kelak. Selain itu pohon-pohon ini juga mampu mencegah proses erosi tanah di daerah gunung sehingga mampu melindungi dari bencana longsor ataupun banjir bandang di daerah sekitar,” harapnya.

Pihaknya berharap kedepannya lebih banyak lagi warga masyarakat yang sadar akan pentingnya fungsi pohon dalam kehidupan. Sehingga nantinya semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk melakukan penanaman pohon, baik di sekitar tempat tinggalkannya ataupun di area kosong yang belum termanfaatkan. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar