Gaya Hidup

Gabungan Mahasiswa ‘Ngopi Bareng’ Kapolresta Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kapolresta Sidoarjo bersama Ketua BEM dan Organisasi Kemahasiswaan se-Kabupaten Sidoarjo, diskusi sambil sambil minum kopi bareng.

Dalam acara ngopi bareng ini, tampak dihadiri BEM Unusida, BEM Umsida, BEM Unsuri, BEM Umaha, BEM Al-Khoziny, BEM STKIP, BEM Akper Cendekia, BEM Stanim, Sekretariat Aliansi BEM Sidoarjo, PC PMII Sidoarjo, PC IMM Sidoarjo, dan pengurus HMI Sidoarjo.

Haidar dari PMII Sidoarjo mengatakan, hadir untuk ngopi bareng Kapolresta Sidoarjo guna bincang santai membahas persoalan-persoalan di Tanah Air.

“Kami terus berupaya menyampaikan aspirasi, termasuk pertemuan dengan aparat kepolisian. Termasuk terkait perkembangan meninggalnya rekan-rekan mahasiswa di Kendari, dan persoalan lainnya,” katanya Rabu (2/10/2019).

Menurut dia, melalui kesempatan ini, diharapkan oleh mahasiswa Sidoarjo terjalin komunikasi efektif. Yang mana tidak ada kesalahpahaman antara Polri dan mahasiswa.

Ketua PC IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Sidoarjo Doni Rusmadiansyah, mengapresiasi upaya Polresta Sidoarjo dan jajarannya dalam menjembatani aspirasi mahasiswa selama ini.

“Bahkan kemarin saat kami mengundang Pak Kapolresta Sidoarjo di malam demokrasi di Umsida untuk berdoa bersama buat meninggalnya kedua mahasiswa di Kendari. Beliau berkenan hadir menampung unek-unek yang kami sampaikan,” ungkapnya.

Apresiasi terhadap sikap mahasiswa di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang mampu saling menjaga ketertiban dan kondusifitas dalam menyikapi berbagai perkembangan di Tanah Air belakangan ini.

“Melalui forum rutinan seperti cangkrukan ngopi bareng ini, sangatlah penting agar kita dapat berdiskusi bareng. Sehingga tidak ada kesalahpahaman antara Polri dengan mahasiswa. Kami selalu bersama mahasiswa, dan mari terus jaga kondusifitas ini khususnya di Kabupaten Sidoarjo,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho.

Bahkan, lulusan Akpol 1997 ini juga membuka ruang komunikasi 24 jam untuk para mahasiswa. Ia mempersilakan jika ada yang perlu disampaikan, dengan mudah untuk dihubungi. “Kita tetap ingin agar komunikasi dua arah, Polri dan mahasiswa terjalin efektif,” paparnya. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar